BANYUWANGIJATIM

Kades Karangbendo Budiharto Terpilih Ketua ASKAB Periode 2024 – 2029, Ini Tanggapan H. Naufal Badri

Ir. H. Naufal Badri Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Banyuwangi (dok.foto: ist)

BANYUWANGI, BIDIKNASIONAL.com – Pemilihan Asosiasi Kepala Desa Banyuwangi (ASKAB) berlangsung di Hall Daipoeng Resto, Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari. Kegiatan tersebut membuahkan hasil dengan terpilihnya Kades Karangbendo Budiharto menjadi Ketua ASKAB periode 2024 – 2029, setelah memperoleh suara tertinggi dari para kandidat Calon Ketua ASKAB, Selasa 23 April 2024.

Menanggapi hal ini, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Banyuwangi Ir.H. Naufal Badri mengucapkan selamat atas terpilihnya bapak Budiharto Kades Karangbendo sebagai Ketua ASKAB Banyuwangi.

” Keinginan nasehat kami pengalaman berpolitik, melihat kondisi politik, tujuan dari Jabatan di dalam Pemerintahan adalah bagaimana kita bisa mengemban tugas bermanfaat untuk rakyat. Intinya jangan sampai sebuah Jabatan itu dipakai untuk kesejahteraan dirinya sendiri, akan tetapi bagaimana masyarakat bisa mendapatkan kesejahteraan secara benar, sesuai Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila, bahwa tujuan dalam menjabat tidak sebuah Jabatan, yaitu pada Sila ke- 5 Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, kita tegaskan Pancasila direalisasi jangan hanya di hafal, jangan dibuat simbol saja, tetapi dipraktekkan, bagaimana kita dengan Jabatan yang diemban, kita bisa memberikan kemakmuran dan kesejateraan untuk rakyat, tidak boleh ada tendensi-tendensi kepentingan pribadi atau golongan,” ungkapnya, Sabtu pagi (27/4/2024).

Disamping itu dijelaskan,” Kita itu memiliki Dasar Negara Pancasila, harusnya rakyat itu sejahtera, kenapa karena kekayaan air alam Negara Indonesia sangat melimpah dan terutama di Banyuwangi dipandang oleh Daerah lain Negeri surga, Banyuwangi yang luasnya kurang lebih 5700 hektar, ternyata di dalam tanah Banyuwangi ada tambang emas, dan emas itu adalah mineral murni istilahnya ikonnya seorang wanita dan wanita itu pasti yang dipikirkan bagaimana bisa punya emas, dan Banyuwangi punya tambang emas, dan Pemerintah tidak bisa mensejahterahkan rakyat. Sangat-sangat aneh kalau bisa Banyuwangi diciptakan seperti surga, dalam bahasa lagu Umbul-Umbul Blambangan ‘Banyuwangi Tamansarine Nusantoro’ dan yang perlu diwujudkan dalam program oleh Bupati, Camat dan perangkat Desa terus berkesinambungan dengan satu tekad bagaimana Banyuwangi benar-benar menjadi Tamansarine Nusantoro dengan rakyat hidup sejahtera, makmur di Kabupaten Banyuwangi,” cetusnya.

Laporan: DJ

Editor: Budi Santoso

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button