
Profesor Drs.Siswanto, CH,Cl CHt, CMH, CCHT, C1(IHC), Ketua LRPPN – BI DPW Propinsi Jatim. (Foto : AK)
SURABAYA, BIDIKNASIONAL.com – Di dalam Rumah Rehabilitasi Para Pengguna Narkoba yang dikelola oleh Profesor Drs.Siswanto, CH, CHt, CMH, CCHT, C1 (IHC) di Jl.Khairil Anwar No.23 Surabaya kemarin mengadakan perayaan Idul Adha 2026 dengan menyuguhkan penyembelihan dua ekor kambing besar sebagai bentuk penguatan iman dan mendidik sikap ikhlas terhadap para residen (pasien) di Rumah Rehabilitasi tersebut.
Profesor Drs.Siswanto mengatakan, bahwa seremoni penyembelihan dua ekor kambing kurban ini melibatkan semua residen dan petugas Rumah Rehabilitasi miliknya, sekaligus sebagai prasarana memperkuat iman kepada Alloh SWT dan mendidik mereka menjadi orang yang ikhlas serta sabar.
Ketua Lembaga Rehabilitasi dan Pembinaan Pengguna Narkoba – Bhayangkara Indonesia (LRPPN – BI) Propinsi Jawa Timur ini lebih jauh menjelaskan, bahwa persiapan menyambut Idul Adha 1447 Hijriyah sudah dilakukan Sang Profesor sejak H-2 dengan mendidik residen dalam menjaga kebersihan, kebersamaan, guyub rukun dan kompak tanpa membedakan satu sama lain, disiplin, dan kehati-hatian dalam menghadapi pekerjaan penyembelihan dan pencacahan kambing kurban hingga kepada proses pemasakannya.
Penyembelihan dua ekor kambing kurban tersebut, ujar Profesor yang meraih gelar akademis di Jepang berbadan tegap ini, yaitu untuk dikonsumsi sendiri di dalam rumah rehab, agar semua pasien dan petugas rehab menikmati langsung daging hewan kurban.
“Pemotongan hewan kurban ini buat internal kita sendiri, karena mereka juga ingin merasakan kebahagiaan bersama dan kekompakan dalam merayakan Idul Adha ini dengan makan bersama daging kurban yang dibikin enak berupa gule, sate dan jenis masakan lainnya”, papar pria berkacamata ini seraya tersenyum.
Begitu bagus dan disiplinnya Rumah Rehab tersebut, sehingga satu pun pasien tak diperbolehkan keluar untuk mendapatkan daging kurban diluar Rumah Rehab. “Penyembelihan ini khusus dipersembahkan buat para pasien dan internal Rumah Rehab atau LRPPN – BI Surabaya dan pasien tidak diizinkan keluar rumah rehab dengan alasan apa pun”, tandas Profesor, mantan Wartawan dari berbagai media massa di Jatim tersebut pada Media BIDIK NASIONAL.
Profesor Siswanto menilai, kekompakan dan kebersamaan tetap melekat pada diri masing-masing residen yang dididiknya selama berbulan-bulan, sehingga nantinya tidak diragukan lagi dalam lingkungan sosial masyarakat dan pergaulan. “Momen Idul Adha 2026 ini menjadikan suasana yang bahagia, rukun hingga merasa senang berada di dalam rumah rehabilitasi ini”, ujarnya.
Profesor yang juga dipercaya menduduki jabatan Ketua Paguyuban Pendukung Prabowo Subianto (Pendowo) Jawa Timur tersebut mengatakan, pihaknya akan mengadakan perayaan hari Idul Adha lagi di tahun depan, sebab semua residen dan petugas rehab terlihat sangat kompak dan koordinasinya bagus sekali dalam menghadapi pra penyembelihan hewan kurban sampai kepada pemasakannya dan pembersihan kembali tempat potong serta cacahan daging kurban.
Profesor Siswanto merasa terharu hingga mengucapkan rasa syukur dan kebahagiaannya karena masih dapat merayakan hari Raya Idul Adha bersama seluruh residen rumah rehabilitasi tersebut. (AK)



