
Ilustrasi
MADIUN, BIDIKNASIONAL.com – Himbauan kepada masyarakat khususnya peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk selalu waspada terhadap adanya kemungkinan penipuan yang mengatasnamakan BPJS Kesehatan terus disampaikan oleh pihak BPJS Kesehatan Cabang Madiun.
Hal ini disampaikan oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Madiun, Wahyu Dyah Puspitasari pada saat mendapatkan laporan penipuan yang menimpa peserta Program JKN di wilayah kerjanya.
“Modus penipuan saat ini bermacam-macam sehingga masyarakat kami himbau untuk selalu waspada apabila menemui atau dihubungi oleh pihak-phak yang mengatasnamakan BPJS Kesehatan,” kata Ita.
Modus penipuan yang pernah dilaporkan peserta JKN ke BPJS Kesehatan Cabang Madiun di antaranya panggilan untuk mengikuti tes lowongan pekerjaan, pemberian bantuan tunai sejumlah nominal tertentu, pengaktifan kembali kartu JKN, hingga jasa cetak kartu JKN. Beberapa modus penipuan tersebut patut diwaspadai oleh masyarakat, khususnya peserta JKN terlebih jika masyarakat diminta untuk menyerahkan data pribadi seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK) maupun menyerahkan sejumlah uang guna pengurusan administrasi.
“Jika memang masyarakat ragu ketika ada yang menghubungi, silahkan bisa dipastikan terlebih dahulu melalui kanal-kanal layanan informasi dan pengaduan atau bisa mendatangi kantor BPJS Kesehatan terdekat untuk melakukan konfirmasi,” tambah Ita.
Ita menyampaikan bahwa kanal layanan informasi dan pengaduan dapat diakses oleh masyarakat melalui Aplikasi Mobile JKN, BPJS Kesehatan Care Center 165, website resmi BPJS Kesehatan, Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) di nomor 08118165165. Ia juga menegaskan bahwa jika BPJS Kesehatan perlu menghubungi peserta JKN secara langsung guna melakukan penagihan iuran JKN akan dilakukan oleh petugas tele kolekting BPJS Kesehatan maupun kader JKN.
“Kalaupun kami melakukan konfirmasi kepada peserta terkait konfirmasi pelayanan kesehatan yang telah diterima, kami sudah memegang data peserta yang bersangkutan. Jadi bukan peserta yang memberikan data kepada petugas BPJS Kesehatan,” jelasnya.
Beberapa waktu lalu, Katenu yang merupakan warga Kabupaten Ponorogo menerima pesan teks yang berisi bahwa dirinya mendapatkan hadiah sejumlah uang sebagai bentuk bantuan sosial karena menjadi peserta JKN. Karena Suyono merasa tidak pernah mendengan program bantuan sosial yang dituliskan, makai a memilih untuk mendatangi kantor BPJS Kesehatan guna memastikan kebenaran pesan yang diterimanya itu.
“Sudah meragukan sebenarnya ketika membaca pesannya, jadi saya tanya langsung ke petugas BPJS Kesehatan. Dan untuk masyarakat mungkin bisa lebih berhati-hati, apalagi jika diminta untuk membuka tautan yang dikirim, takutnya ada data-data pribadi yang dapat diambil. Jadi lebih baik untuk langsung menanyakan kepada pihak BPJS Kesehatan,” kata Katenu.
Tak hanya Katenu, gadis asal Kota Madiun Ayu Maharani juga pernah menjadi sasaran penipuan dengan modus lowongan pekerjaan. Dirinya mendapatkan pemberitahuan lowongan pekerjaan BPJS Kesehatan untuk menyerahkan berkas lamaran langsung ke kantor BPJS Kesehatan terdekat. Saat itu dirinya mendatangi kantor BPJS Kesehatan Cabang Madiun untuk menyerahkan berkas tersebut dan mengikuti seleksi penerimaan pegawai.
“Ternyata setelah sampai di kantor BPJS Kesehatan dijelaskan bahwa untuk pengumuman rekrutmen pegawai diumumkan melalui website resmi BPJS Kesehatan ataupun akun sosial media resmi milik BPJS Kesehatan. Ini menjadi pelajaran bagi semua juga untuk tidak terburu-buru meyakini pemberitahuan lowongan pekerjaan yang mungkin patut dicurigai,” jelas Ayu.
Penipuan yang mengatasnamakan BPJS Kesehatan dapat merugikan berbagai pihak dan kalangan, tidak memandang tua atau muda. Sehingga BPJS Kesehatan menghimbau masyarakat untuk dapat berhati-hati dan selektif dalam menerima informasi yang didapatkan, terlebih jika mengharuskan masyarakat untuk memberikan data pribadi ataupun memberikan sejumlah uang guna pengurusan administrasi Program JKN.
Laporan: rn/tk/red
Editor: Budi Santoso



