JATIMSURABAYA

Diskusi Wartawan Pokja Grahadi Tentang Kebijakan Pemutihan Pemprov Jatim

Dari kiri ke kanan: Kasubid PKB dan BPNKB Bapenda Hendrik, Kadis Kominfo Serlita dan Lucky dari Beritajatim.com (foto: istimewa)

SURABAYA, BIDIKNASIONAL.com – Tidak kurang dari 35 wartawan yang tergabung dalam Pokja Grahadi Selasa(15/7) menghadiri diskusi pemutihan kendaraan oleh Pemprov Jatim di kantor Diskominfo Jatim.

Dua nara sumber yang mengisi acara tersebut masing-masing adalah Kepala Subbidang PKB dan BPNKB Bapenda Jatim, Hendrik Kristian dan bos Beritajatim.com Lucky.

Hendrik dalam kesempatan tersebut membeberkan tentang pemutihan di Jatim yang berjalan selama 6 tahun ini.

Didampingi oleh Kadis Kominfo Serlita, Hendrik menyebut pemutihan berjalan baik dan kepatuhan masyarakat Jatim tercatat cukup tinggi.

Ketaatan itu, katanya,mencapai 85 persen, sehingga program ini semakin meringankan beban ekonomi rakyat Jatim.

“Tantangan kami saat ini adalah bagaimana mengelola dan mengedukasi 15 persen sisanya agar patuh,” ungkapnya.

Salah seorang peserta, Amin, dari media Trasparansi menilai apa yang dilakukan Pemprov dalam hal ini adalah baik.

“Dengan pemutihan tersebut maka masyarakat menjadi senang karena tunggakan pajak yang diputihkan sangat meringankan dan membantu untuk melunasinya,” katanya.

Kendati demikian, Amin kurang sependapat kalau acara pemutihan dilaksanakan setiap tahun karena membiasakan masyarakat selalu menunda pembayaran dengan alasan nanti menunggu pemutihan saja.

Dalam pada itu Lucky yang diberi kesempatan sebagai nara sumber lain menyebutkan kalau pemutihan pajak kendaraan bermotor ini cukup lama tapi belum ada terobosan lain.

Justru di daerah lain seperti Jabar pemutihan tidak saja bunga pajak kendaraan saja tapi pemutihan yang lain juga dilakukan seperti STNK.

Namun ia menilai kalau dua daerah yang mempunyai kebijakan pemitihan itu sama-sama baiknya.

Salah seorang peserta, Norman, menanyakan alasan pemutihan yang diberikan kepada Ojol saja dan kenapa taxi online juga tidak termasuk?

Menurut Hendrik kalau Taxi online itu roda empat dan rata-rata punya mobil dan dianggap mampu.”Lain sama Ojol yang nota bene mereka kurang mampu,” katanya sembari menyebutkan kalau motornya saja beli motor belas.

Laporan: dji

Editor: Budi Santoso

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button