
Aries saat memberikan keterangan kepada media (foto: dji/BN)
SURABAYA, BIDIKNASIONAL.com – Program Sekolah Garuda yang disiapkan sebagai proyek strategis nasional akan menyentuh hingga ke daerah. Di Jawa Timur. Rencana tersebut mendapat sambutan positif dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Melalui Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyatakan kesiapan penuh untuk menjadi bagian dari proyek percontohan nasional tersebut.
“Sekolah Garuda ini dibentuk oleh pemerintah pusat. Nantinya Kemendikti Saintek akan menunjuk sekolah-sekolah di kabupaten dan kota sebagai pilot project,” ujar Aries kepada kepada sejumlah media di kantor BPSDM Jatim, Kamis (15/1/).
Menurut Aries, pendirian Sekolah Garuda tidak selalu harus melalui pembangunan sekolah baru. Pemerintah daerah diberi ruang untuk mengusulkan SMA yang telah ada agar dinilai kelayakannya oleh kementerian terkait.
“Pemerintah provinsi mengusulkan SMA yang ada. Bisa di berbagai daerah, bahkan kami siapkan usulan dari 38 kabupaten dan kota,” katanya
Dikemukakan pula, selanjutnya kementerian yang melakukan penilaian apakah sekolah tersebut layak menjadi Sekolah Garuda.
Aries menegaskan, Sekolah Garuda akan memiliki standar yang lebih tinggi dibandingkan sekolah reguler. Proses seleksi peserta didik dilakukan secara ketat dengan mempertimbangkan prestasi akademik, hasil psikotes, serta evaluasi berkala yang dilakukan setiap bulan.
“Standarnya tinggi. Seleksi akademik, psikotes, dan evaluasi rutin. Sistem pembelajarannya juga lebih menantang karena siswanya memang memiliki kemampuan di atas rata-rata,” ungkap Aries.
Dengan sistem tersebut, Sekolah Garuda diarahkan menjadi kawah candradimuka calon-calon intelektual unggul. Para lulusan diharapkan mampu menembus perguruan tinggi negeri favorit, bahkan melanjutkan studi ke kampus internasional.
“Harapannya, lulusan Sekolah Garuda bisa masuk PTN terbaik dan juga perguruan tinggi internasional,” tambahnya.
Terkait jumlah sekolah di Jawa Timur, Aries merujuk pada arahan Presiden Prabowo yang menargetkan minimal satu Sekolah Garuda di setiap kabupaten dan kota.
“Kalau arahan Presiden satu kabupaten satu sekolah, berarti ada 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur. Potensinya ada dan kami siap,” tegasnya.
Saat ini, Dinas Pendidikan Jawa Timur telah mulai mengajukan usulan sekolah dan menunggu proses survei serta verifikasi dari Kemendikti Saintek.
Aries memastikan, Jawa Timur memiliki sumber daya manusia, infrastruktur, serta potensi siswa yang memadai untuk mendukung program tersebut.
“Jawa Timur sejak dulu memiliki potensi luar biasa. Tinggal menunggu penunjukan dari kementerian. Pada prinsipnya, kami siap menjalankan,” pungkasnya.
Gagasan Sekolah Garuda pertama kali disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan SMA Taruna Kampus Malang di Pagak, Kabupaten Malang, Selasa (13/1/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menegaskan bahwa pendidikan harus menjadi alat strategis untuk membangun masa depan bangsa.
Pada tahap awal, pemerintah akan membangun 20 SMA Garuda tambahan dengan target jangka pendek setiap provinsi memiliki minimal satu sekolah unggulan.
Program tersebut kemudian akan diperluas hingga mencapai 500 sekolah unggulan terintegrasi di tingkat kabupaten dalam kurun waktu empat tahun ke depan. (dji)



