
Penulis : Zatria Jabar Anggoro
Mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Surabaya
SIDOARJO – Ditengah arus perubahan zaman yang bergerak semakin dinamis, dunia pendidikan dihadapkan pada tantangan yang kian beragam. Perkembangan teknologi dan digitalisasi yang begitu dominan dalam keseharian anak-anak sering kali membentuk stigma terhadap kegiatan yang bersifat konvensional.
Pramuka, misalnya, kerap dipersepsikan sebagai aktivitas yang ketinggalan zaman atau sekadar rutinitas baris-berbaris yang minim daya tarik. Tak sedikit pihak yang mempertanyakan relevansi metode pendidikan berbasis alam terbuka ini di tengah gempuran gawai yang menawarkan hiburan instan. Namun, pandangan skeptis tersebut berhasil dipatahkan oleh prestasi gemilang yang ditorehkan MI Darul Hikmah Prasung, Sidoarjo.
Madrasah ini sukses meraih predikat Juara Umum dalam Lomba Tingkat (LT) II Pramuka Penggalang yang diselenggarakan oleh LP Ma’arif NU Buduran. Capaian tersebut menegaskan bahwa Pramuka tetap memiliki peran penting dan relevan dalam membentuk karakter serta kompetensi peserta didik di era modern. Kemenangan ini bukan semata-mata tentang trofi, melainkan menjadi bukti bahwa nilai-nilai kepanduan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.
Perayaan keberhasilan tersebut berlangsung dalam sebuah upacara penghargaan yang khidmat di lingkungan madrasah. Rasa bangga dan haru terpancar dari wajah para siswa-siswi yang telah berjuang keras dibalik prestasi tersebut, tersimpan proses panjang berupa latihan intensif, pengorbanan waktu, serta pembinaan mental dan fisik yang berkelanjutan. Keberhasilan ini merupakan hasil dari kedisiplinan, kekompakan tim, dan semangat pantang menyerah yang terus ditanamkan oleh para pembina.
Dominasi MI Darul Hikmah Prasung dalam ajang LT II terlihat dari keberhasilan mereka menyapu berbagai kategori lomba yang menguji kecerdasan, keterampilan, dan kreativitas. Delegasi Pramuka madrasah ini berhasil meraih Juara 1 PUPP (Pengetahuan Umum dan pengetahuan Pramuka) untuk kategori putra dan putri, menunjukkan penguasaan wawasan kepramukaan yang mumpuni.
Dalam keterampilan teknis, mereka menyabet Juara 2 Semaphore Putra, Juara 3 Morse Putri, Juara 1 Morse Putra, Juara 2 Tali Temali Putri, serta Juara 1 Sandi untuk kategori putra dan putri. Pada aspek kedisiplinan dan kekompakan, mereka juga menorehkan prestasi melalui perolehan Juara 1 dan Juara 2 dalam PBB. Dalam bidang seni dan kreativitas, mereka berhasil meraih Juara 2 Hasta Karya Putra, Juara 1 Dance Semaphore Putra, dan Juara 2 Dance Semaphore Putri.

Selain itu, dalam bidang literasi dan public speaking, mereka menunjukkan keunggulan dengan meraih Juara 1 Puisi Putri, Juara 2 Puisi Putra, Juara 1 Pidato Putri, serta Juara 3 Pidato Putra. Rangkaian prestasi ini membuktikan bahwa Pramuka di MI Darul Hikmah Prasung berfungsi sebagai ruang pendidikan holistik yang mengasah keterampilan, kreativitas, dan kepercayaan diri peserta didik.
Kepala MI Darul Hikmah Prasung dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas capaian tersebut, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari proses pembinaan yang matang dan terstruktur.
“Ini adalah kado terindah bagi madrasah kita. Anak-anak telah membuktikan bahwa dengan kemandirian dan kerja sama tim yang solid, kita mampu bersaing dan menjadi yang terbaik di tingkat kecamatan” ujarnya saat mendampingi penyerahan penghargaan.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa prestasi bukanlah tujuan utama, melainkan cerminan dari nilai-nilai karakter yang telah tertanam dalam diri peserta didik. Lebih dari sekadar kemenangan, capaian ini mencerminkan keberhasilan implementasi pendidikan karakter di madrasah.
Melalui kegiatan kepramukaan, siswa dilatih untuk mengelola waktu, menaati aturan, serta bertanggung jawab terhadap peran masing-masing dalam tim. Mereka belajar bahwa keberhasilan sejati tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang yang menuntut konsistensi, kerja keras, dan komitmen.
Di tengah kecenderungan era modern yang semakin individualistis, Pramuka hadir sebagai wadah pembelajaran sosial yang esensial. Aktivitas berkelompok, perkemahan, dan dinamika perlombaan menjadi sarana efektif dalam menumbuhkan empati, komunikasi interpersonal, serta rasa kebersamaan. Siswa tidak hanya dibentuk untuk berprestasi secara individu, tetapi juga diajarkan untuk mengutamakan kepentingan tim.
Prestasi yang diraih MI Darul Hikmah Prasung menjadi bukti nyata bahwa Pramuka tetap memiliki peran strategis dalam ekosistem pendidikan madrasah. Selama pembinaan dilakukan secara serius, inovatif, dan berkelanjutan, Pramuka akan terus menjadi gerakan pendidikan yang relevan membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter kuat, disiplin, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Editor : Red BIDIKNASIONAL.COM


