
CIAMIS, BIDIKNASIONAL.com – Luapan Sungai Citalahap menyebabkan tanggul jebol di wilayah Dusun Kertajaya RT 25 RW 11, Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, pada Senin 9-2 /2026 dini hari sekitar pukul 04.00 WIB. Akibat kejadian tersebut, sekitar 25 hektare lahan persawahan milik warga terendam air dan lumpur, sehingga berdampak serius terhadap hasil pertanian.
Kepala Desa Sukahurip, Turiman, mengatakan luapan air terjadi secara tiba-tiba sehingga warga tidak sempat menyelamatkan hasil panen. Padi yang siap panen rusak terendam, sementara padi yang sudah dipanen namun belum sempat diangkut ikut hanyut dan tercecer terbawa arus sungai.
“Air masuk dengan cepat ke sawah warga. Banyak padi siap panen rusak, dan hasil panen yang belum sempat diangkut malah terbawa air,” ujar Turiman.
Salah seorang warga Dusun Kertajaya, Abah Ajid , mengaku sangat terpukul atas kejadian tersebut. Ia menyebut kerugian yang dialami petani cukup besar karena terjadi tepat menjelang masa panen.
“Kami para petani benar-benar kaget. Padi sudah mau dipanen, bahkan ada yang sudah dipotong tapi belum diangkut, tiba-tiba air datang besar. Hasil panen rusak, ada juga yang hanyut,” tutur Abah Ajid dengan nada prihatin.
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy melalui Satuan Kerja SDA OP 3 langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Alat berat berupa ekskavator didatangkan guna mempercepat perbaikan tanggul yang jebol.
Penanganan darurat telah terealisasi, dan saat ini proses perbaikan tinggal menunggu material untuk penguatan tanggul. Di lokasi terlihat PPK OP 3 Ijang , Satker Andi, bersama tim pengawas serta pengusaha lokal yang bergerak cepat menanggulangi kerusakan tanggul Sungai Citalahap.
Turiman menjelaskan bahwa rencana perbaikan tanggul sebenarnya sudah direncanakan sejak jauh hari, namun belum sempat dilaksanakan hingga akhirnya tanggul lebih dulu jebol akibat meningkatnya debit air sungai.
Selain perbaikan darurat, Pemerintah Desa Sukahurip meminta kepada BBWS Citanduy agar ke depan dilakukan normalisasi Sungai Citalahap sepanjang kurang lebih 2.000 meter sebagai langkah pencegahan jangka panjang.
“Kami berharap ada normalisasi sungai sekitar dua kilometer, supaya kejadian seperti ini tidak terulang kembali dan lahan pertanian warga bisa lebih aman,” tegas Turiman.
Warga Dusun Kertajaya berharap pemerintah pusat melalui BBWS Citanduy tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga memberikan solusi permanen agar bencana banjir dan tanggul jebol tidak terus berulang setiap musim hujan. (Asep sujana)



