
Sifa Riana (Foto: istimewa)
KEDIRI, BIDIKNASIONAL.com – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan terus terbukti memberikan kepastian perlindungan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat. Manfaat besar dari program ini dirasakan langsung oleh Sifa Riana (32), seorang istri pekerja asal Tambibendo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, yang mendapatkan penanganan medis secara tepat dan maksimal tanpa dibebani biaya tambahan.
Sifa membagikan pengalamannya saat memanfaatkan layanan JKN untuk mengatasi keluhan kesehatan gigi yang telah dialaminya sejak lama. Ia menceritakan bahwa kondisi giginya kerap mengalami pembengkakan secara terus-menerus hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Keluhan tersebut bahkan sudah dirasakannya sejak pertengahan tahun lalu.
“Gigi saya sering bengkak, terjadi terus-menerus. Keluhan ini sebenarnya sudah terasa sejak satu tahun yang lalu, sekitar bulan Juli. Karena kondisi gusi yang menutup gigi, akhirnya disarankan untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut berupa tindakan bedah mulut,” ujar Sifa saat ditemui di Kabupaten Kediri (12/10).
Sebelum dirujuk ke rumah sakit, Sifa terlebih dahulu memeriksakan kondisinya ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Di sana, dokter memberikan penanganan awal berupa obat-obatan untuk meredakan keluhan sementara. Namun, karena perlu tindakan lebih lanjut maka dokter FKTP segera menerbitkan surat rujukan ke rumah sakit agar ia mendapatkan penanganan spesialis bedah mulut.
“Di faskes pertama diberikan obat, lalu dibuatkan surat rujukan rumah sakit karena memang perlu tindakan dan penanganan lebih lanjut. Menurut informasi, perlu dilakukan tindakan operasi kecil untuk mengatasi masalah gusi dan gigi tersebut,” jelas Sifa.
Proses administrasi serta penjadwalan tindakan medis di rumah sakit berjalan dengan terarah. Setelah melakukan pendaftaran dan rujukan Sifa mendapatkan kepastian jadwal penanganan medis lanjutan. Sifa juga mendapat kemudahan dari fitur yang ada di mobile JKN yaitu antrean online. Menurutnya fitur ini sangat membantu dan efektif.
“Antrean online memberikan kemudahan bagi saya sebagai peserta, kita sudah bisa ambil antrean dari rumah. Saya tidak perlu menunggu lama di tempat dan tau kapan harus datang ke faskes tepat waktu”, ujar Sifa.
Sebagai peserta JKN segmen Pekerja Penerima Upah (PPU), Sifa merasa sangat terbantu dengan adanya pemotongan iuran rutin setiap bulan dari pendapatannya. Menurutnya, iuran tersebut menjadi investasi kesehatan yang sangat berharga ketika risiko sakit datang. Selama menjalani seluruh proses pemeriksaan medis hingga persiapan tindakan operasi kecil, ia menegaskan tidak ada perbedaan pelayanan sama sekali.
“Sangat membantu dan bermanfaat sekali. Pelayanannya baik dan sama saja, tidak ada perbedaan antara pasien BPJS Kesehatan dengan pasien umum lainnya. Selain itu, selama pengobatan ini sama sekali tidak ada biaya tambahan yang harus saya keluarkan,” ungkap Sifa.
Pengalaman positif ini semakin memperkuat keyakinan Sifa akan pentingnya keberlanjutan Program JKN. Ia berharap program perlindungan kesehatan ini dapat terus berjalan secara optimal sehingga dapat terus membantu masyarakat luas yang membutuhkan pelayanan kesehatan yang layak dan terjangkau.
“Harapannya program ini akan berlanjut dan memberikan perlindungan kepada masyarakat Indonesia. Perlindungan finansial akan kesehatan sangat memberikan ketenangan kepada kami ketika ada kondisi yang tidak terduga”. tutup Sifa. (bp/id/red)


