Bak Film “Tim Buser”, Mahasiswa Kedokteran UMY Menyergap dan Temukan iPad yang Hilang

Tangkapan Layar: Situs Kampus UMY (Foto: istimewa)
YOGYAKARTA, BIDIKNASIONAL.com – Jumat 16 Oktober 2026, Seorang mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta baru saja kehilangan sebuah iPad Pro M4. Mahasiswi angkatan 2024 tersebut kaget saat mendapati perlengkapan kuliahnya berupa iPad telah raib dari bangku kiri mobilnya setelah ditinggal mengikuti kuliah.
Kepada wartawan Bidik Nasional, korban menceritakan bahwa ia nahas karena lupa mengunci mobil kesayangannya yang terparkir di samping gedung Fakultas Kedokteran saat mengikuti perkuliahan pukul 13.00–14.30 WIB. Saat kembali ke mobil, ternyata barang tersebut sudah hilang.
Di tengah kebingungan dan kepanikannya, seorang petugas keamanan (security) kampus menyapa dan bertanya apakah ia kehilangan sesuatu. Rupanya, petugas piket pada jam kejadian sempat mengamankan seseorang yang mencurigakan. Namun, saat korban berusaha menelusurinya, petugas jaga sudah berganti sif (shift) dan tidak mengetahui kejadian tersebut.
Tidak ingin kehilangan kesempatan, korban segera menghubungi teman-temannya. Berkat kerja keras yang gigih, sekitar 15 mahasiswa menyusun strategi untuk melacak keberadaan barang tersebut secara siber (cyber) menggunakan fitur Find My.
Mereka berhasil mendeteksi bahwa iPad tersebut berada di lokasi wisata Taman Sari. Namun, ketika hendak disergap ramai-ramai di lokasi peta (map), perangkat (device) tersebut dimatikan sehingga tidak terlacak lagi. Empat puluh menit kemudian, pencuri berusaha mengaktifkan kembali perangkat tersebut untuk membuka kunci yang terlanjur dikunci (lock) oleh salah satu teman korban.
Alhasil, iPad itu terdeteksi telah berpindah ke Indomaret Bugisan, tidak terlalu jauh dari lokasi pertama.
Karena putus asa tidak bisa membuka kata sandi (password), pencuri tersebut akhirnya berusaha meminta bantuan jasa klinik reparasi komputer di area Pesanggrahan, Ambarbinangun, Tirtonirmolo.
Sekali lagi, iPad tersebut mengirimkan sinyal terakhirnya dari tempat itu dan langsung “diserbu” oleh teman-teman sefakultas korban bak tim buser. Namun, saat ditemukan di lokasi, barang tersebut rupanya telah berpindah tangan alias dibeli oleh pihak klinik komputer dalam kondisi utuh dan nyaris dienkripsi (encrypt).
Pihak klinik mengaku membeli iPad tersebut dari seseorang yang mengeklaim bahwa barang itu adalah milik saudaranya yang telah meninggal dunia.
Sampai berita ini diturunkan, Kepolisian Sektor (Polsek) Kasihan yang mendapat laporan telah langsung menuju ke TKP. Polisi mencoba melacak terduga pencuri melalui jejak digital yang ditinggalkan di tempat tersebut.
Total kerugian yang ditimbulkan apabila barang tidak berhasil ditemukan diperkirakan mencapai kurang lebih Rp35 juta, termasuk Apple Pencil Pro miliknya.
Merepons kejadian tersebut, di tempat terpisah sumber bidiknasional.com menyampaikan, “Kampus yang cukup besar ini mungkin perlu memasang lebih banyak CCTV di area parkir sebagai langkah pencegahan tindak pencurian”, pintanya.
Selain itu ditambahkan, masyarakat juga diimbau agar selalu teliti saat hendak membeli barang dan tidak tergiur harga yang sangat miring agar tidak tersangkut masalah hukum sebagai penadah barang curian. “Masyarakat agar tidak meninggalkan barang berharga di dalam mobil dan selalu memastikan mobil terkunci sebelum ditinggalkan,” pungkasnya. (stw)



