PELAJAR JOGJA RAMAI-RAMAI TURUN KE JALAN

Moment saat Siswa-siswi SMP 11 Yogyakarta berpawai melintasi Jln. HOS Cokroaminoto. (ftdoc: STW)
YOGYAKARTA, BIDIKNASIONAL.com – Pelajar di Kodya Yogyakarta serempak ramai-ramai turun ke jalan. Dari tanggal 30 September 2026 para pelajar sudah menjejali jalanan-jalanan di Kota Jogja. Bukan untuk berdemo seperti senior-seniornya di Perguruan Tinggi seperti biasanya atau melakukan semacam G30S. Kali ini Pelajar di Kodya sedang merayakan Hari ulang tahun Kota Yogyakarta yang ke 270.
Dalam sekali jalan wartawan bidiknasional.com yang bertugas di Yogyakarta berhasil menjumpai 3 karnaval hanya dalam satu blok saja mereka adalah adalah SMP 11, SMP 7, SD N Tegalrejo 2. Dan masih banyak lagi karnaval persekolah diarea Kodya Yogyakarta. Kali ini Pemerintah Kota sepertinya memberikan kebijaksanaan untuk masing-masing Sekolah menyelenggarakan kegiatan karnaval sendiri-sendiri.
Rombongan besar pertama sekitar 400 Siswa dari kampus SMP 11 Yogyakarta di Jln. HOS Cokroaminoto, yang berseberangan jalan dengan RS. Ludiro Husodo Yogyakarta. Civitas kampus yang berbaur antara siswa, Guru dan tenaga administrative, selain untuk memeriahkan ulang tahun kota Yogya juga sekaligus menjadi penyemangat kota pelajar, kota pariwisata, sebagai ajang kreatifitas, menunjukkan keramahan kota Yogyakarta yang sempat berulang kali tergerus oleh kejadian tindak kenakalan remaja yang tak bertanggung jawab. Berbagai Kostum menghiasi peserta karnaval dengan mengangkat seni dan budaya, serta kearifan lokal sebagai tema. Menurut penuturan Kepala Sekolah, Sekolah tidak henti-hentinya “menutrisi serum anti bibit penyelewengan ataupun kenakalan/bullying” yang mungkin ada di lingkungan sekolah dengan menekan seminimal mungkin dlm bentuk sosialisasi-sosialisasi, menyiagakan satgas sekolah yang akan bertindak cepat sekaligus pencegahan sebagai tindak preventif saat terjadi persoalan di sekolah sekalipun baru dlm bentuk embrio masalah. Komunikasi menjadi kunci bagi semua pihak dan menjadikan dialog sebagai wahana untuk memecahkan persoalan agar tidak menjadi percikan

Bersama PPL, Pak Tani dan Bu Tani “mempertahankan Ketahanan Pangan”. Siswa/I VIIB SMP 11 Yk (ftdoc: STW)
di luar sekolah. Sekolah ini sudah dilengkapi CCTV setiap kelas, tiap sudut ruang public sebagai salah satu sarana pengawasan kegiatan belajar mengajar. Sekolah dengan konsep ramah bagi anak seperti SMP 11 Yogyakarta menjadi salah satu pertimbangan penting bagi banyak orang tua calon siswa, “Semakin aman nyaman untuk belajar dan mejadi kota yang dicintai bagi semua keluarga.” menjadi harapan Amelan, S.Pd; M.Pd. Kepala SMP 11 Yogyakarta.
Dihari waktu yang bersamaan, barisan siswa-siswa lain dari sekolah lainpun terlihat susul menyusul berkarnaval menyusuri jalan-jalan sub HOS Cokroaminoto dan hunian warga kota Yogyakarta. Saat barisan mengular SMP 7 Yogyakarta berlalu selang beberapa menit kemudian disusul SD Negeri Tegalrejo, Lokasi sekolah hanya saling berseberangan jalan dan lokasi kedua sekolah hanya beberapa ratus meter dari Moseum Tegalrejo Yogyakarta. Lokasi strategis karena berada ditengah pemukiman warga Jogja, SMP 7 Yogyakarta terasa teduh dan asri ini dihuni sekitar 500 orang siswa siswa berikut guru dan staff.
Diawali sejak jam pertama dengan Peringatan Kesaktian Pancasila dilanjutkan pawai Peringatan HUT kota Yogyakarta yang ke 270, membelah kepadatan pemukiman warga. Gemuruh music pengiring mengundang rasa penasaran warga untuk berkerumun menyaksikan dari dekat pawai warna-warni yg dikenakan siswa siswa SMP 7 Yk.

Gen C, SMP 7 Yk. Tahan banting mengitari Blok dan Pemukiman warga. (Ftdoc. STW)

Meski kepayahan, Gen A dari SD N Tegalrejo 2 tetap semangat. (Ftdoc.Humas SD Tglrj2)
Nampak wajah-wajah riang gembira sepanjang perjalanan dari peserta Pawai yang diikuti sekitar 600 orang berikut orang tua wali murid dengan mengambil tema “Peduli Lingkungan melalui Daur Ulang”. Uniknya, pernak-pernik yang dikenakan para peserta berasal dari Daur ulang “plastic” Botol bekas, kertas bekas dll, dan disulap menjadi bahan unik dan menarik ditangan para siswa, bukan tidak mungkin dari tangan para siswa dibawah asuhan para guru SMP 7 Yk ini kelak akan lahir para ahli ahli lingkungan hidup atau penemu bahan penting dari sampah.
Sampah yang terbuang selama berada disekolah dikelola oleh anak-anak di”sulap” menjadi produk-produk yang bermanfaat, termasuk untuk menjadi kostum karnaval.
Program Sekolah Inclusive dan SSJ (Sekolah Sehat Jiwa) menambah special SMP 7, Siswa menjadi psikolog siswa yang lain, tidak pernah terjadi kasus yang mengkwatirkan dan terus dilakukan pembinaan-pembinaan supaya terhindar dari permasalah baik sesama siswa maupun dengan siswa dari sekolah lain. Kegiatan karnaval ditiap sekolah, dilengkapi dengan lomba-lomba Fashionshow dan makan MBG bersama.
“Otentik, Kongkrit, bersih, maju berkembang dan banyak karya” menjadi harapan Heni Pratiwi, S.T.,M.Pd. Sebagai Kepala Sekolah didampingi Taufik Hidayat, M.Pd sebagai Ketua Panitia Karnaval dan Saptopamungkas, S.SM ketika ditemui wartawan Bidiknasional.com di kampus SMP 7 Yogyakarta. (STW)



