JATIM

Asal Usul Tari Orek-Orek dan Sejarahnya di Kabupaten Ngawi

Festival Orek-orek 2019 di Tawun, Ngawi

NGAWI, JATIM, BN –Tari Orek-Orek merupakan  salah satu tari tradisional Indonesia yang berasal dari Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Tarian ini  di Populerkan sejak Tahun 1980, Tarian ini  biasanya dilakukan ketika diadakan perhelatan atau acara di Pemerintah Daerah dan hampir di setiap acara Tari Orek –Orek berisi gerakan –gerakan yang dinamis serta di lakukan oleh sepasang pemuda-pemudi berjumlah empat sampai sepuluh orang dan  perlu di ketahui bahwa, kesenian Orek-Orek ini sudah ada sejak jaman pemerintahaan kolonial Belanda.

Pada zaman pemerintahan kolonial Belanda, bangsa Belanda mengatakan,” Bahwa perayaan mereka terlihat morat –marit mungkin hal ini dikarenakan para pekerja berasal dari berbagai macam daerah, sehingga tarian mereka memiliki keunikan masing – masing dan dari kata  “morak – marik “ kemudian banyak yang mengatakanya “orek-orek”.

Tarian  orek –orek ini menggambarkan kegembiraan pemuda-pemudi setelah melakukan kerja ”Rodi“ yang di perintahkan oleh Pemerintahan Belanda di Ambarawa yang saat itu Pemuda ngawi dipaksa untuk membangun sebuah  Jembatan dari Ayer sampai Panarukan tidak hanya Pemuda Ngawi saja yang di paksa kerja Rodi, namun juga banyak dari pemuda –pemudi dari daerah lain, setelah bekerja mereka melakukan berbagai pertunjukan, seperti bermain Ketoprak, Ludruk dan mereka menari bersama sebagai hiburan untuk melepas rasa lelah.

Kejadian tersebut oleh Ibu Sri Widajati terinspirasi untuk mencetuskan Tari orek –orek pada tahun 1980 –an, Gerakan yang ada pada tarian ini di dapat pada tarian sederhana dengan gerakan-gerakan yang dinamis, kemudian menyebar di seluruh Kabupaten Ngawi –Jatim, bahkan pada 31 Agustus 2014 Tari Orek-Orek ngawi mencatat Rekor MURI  karena bisa  ditarikan oleh 15000 penari dari SD hingga SMP bertempat di Alun-Alun Merdeka Ngawi, hingga saat ini festival Tari Orek-Orek masih selalu di laksanakan karena sebagai sujud simbul nilai kerja keras serta kepatuhan pada Tuhan yang Maha Esa, hingga saat ini tarian tradisional ini masih dikembangkan serta di gunakan sebagai sarana hiburan sampai saat ini.

 

Festival Orek-Orek 2019 Untuk Mengangkat Seni Dan Budaya Ngawi

Salah satu tujuan diselenggarakan festival  Orek-Orek yaitu mengangkat potensi wisata Tawun melalui pertunjukan seni budaya asli Ngawi dikolaborasikan dengan seniman-seniman yang sudah mempunyai reputasi nasional bahkan internasional antara lain Gondrong Gunarto, Agus Noor, Sruti Respati dan penyanyi Ngawi yang lagi Hit, Deny Cak Nan.

Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kab Ngawi pada tanggal 7 Desember 2019 di Taman Wisata Tawun berlangsung singkat, meriah dan menyedot banyak penonton. (Leo/Adv).

 

Related Articles

Back to top button