ACEH

Kapolres Gayo Lues Berharap  Jembatan Ambruk Di Desa Pedalaman  Lesten Segera Diperbaiki

GAYO LUES, ACEH, BN-Kapolres Gayo Lues AKBP Carlie Syahputra Bustaman SIK sangat berharap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Gayo Lues dan Dinas terkait agar dapat memperbaiki Jembatan Baly Lesten yang ambruk akibat meluapnya sungai Lesten, Rabu (15/07).

Hal tersebut dikatakan kapolres saat melihat kondisi jembatan secara langsung di Desa Pedalaman Lesten Kecamatan Pining bersama jajarannya.

“Keberadaan jembatan sangat dibutuhkan oleh masyarakat sebagai akses untuk menuju ke Sentra produksi perkebunan jagung milik masyarakat Desa Lesten,” kata Carlie Syahputra Bustaman

Menurutnya, sesuai dengan harapan masyarakat yang disampikan kepadanya, jembatan tersebut sangat membantu masyarakat dalam memperbaiki ekonominya.

“Diseberang sungai ini dahulunya ada lahan terlantar saat ini sudah di penuhi oleh tanaman jagung. Dengan adanya jembatan, lahan terlantar telah di sulap menjadi lahan perkebunan masyarakat, yang diharapkan lahan seluas 14 hektar tersebut menjadi cikal bakal kebangkitan ekonomi masyarakat Desa Pedalaman Lesten,” terang Carlie Syahputra Bustaman.

Tetapi hembatan yang ada ambruk di hantam banjir, harapan masyarakat Lesten untuk menjadikan daerahnya sebagai sentra perkebunan pupus

Carlie sangat berharap agar masyarakat desa Pedalaman Lesten bisa mengangkut hasil Panen dengan baik.

Dia berharap dinas terkait segera mencari solusi untuk membantu petani desa Lesten.

Carlie juga akan menyampaikan secara langsung kepada Bupati Gayo Lues.

Camat Pining Saifullah yang ikut serta dalam kunjungan tersebut sangat berharap ada solusi dari pemerintah daerah agar masyarakatnya yang berada di Desa Lesten bisa kembali mendapatkan akses jembatan untuk menuju ke sentra perkebunan jagung yang sedang menunggu masa panen.

“Masyarakat Pining saat ini sangat bergantung terhadap hasil panen jagung mereka yang ada di seberang sungai Lesten,” katanya.

Sementara, Pengulu Desa Lesten Ahmad terkejut dengan ambruknya Jembatan Bally Lesten, jembatan yang diharapkan bisa menjadi perubahan baru bagi masyarakat dalam peningkatan ekonomi saat ini sudah roboh.

“Ada 14 hektar kebun jagung yang subur dengan buah yang sangat di handalkan hasil panen nantinya, namun terkendala dengan ambruknya jembatan. Tentu saja akan menambah kos angkut jagung kesebrang sungai. Kami sangat berharap adanya solusi dari pemerintah agar mereka bisa mengangkut hasil panen ke seberang dengan muda,” pungkasnya. (dir)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button