Hujan Deras, Jembatan Alasbulu Wongsorejo Ambrol


BANYUWANGI, JATIM, BN-Jambatan Alas Bulu Wongsorejo Ambrol disebabkan tidak mampu menampung derasnya air hujan.
Bagus dari BPJN Satuan Kerja PPK 1.2 Situbondo-Ketapang-Banyuwangi membenarkan jembatan Alas Bulu ambrol
“Kami akan melakukan perencanaan perbaikkan secepatnya untuk jembatan atau gorong-gorong di Alasbulu Wongsorejo,” kata Bagus kepada wartawan Bidik Nasional, Biro Banyuwangi, Jumat (12/3)
Menurut Bagus pembaikan jembatan atau gorong-gorong butuh waktu 1 sampai 2 minggu.
“Kami sudah memberikan laporan ke kepada pimpinan BBPJN VIII Jatim – Bali,” pungkas Bagus.
Adanya bencana ini, Kanit Turjawali Polresta IPTU Heru Slamet langsung mengatur lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan yang panjang.
“Kami bersama anggota Satlantas mengatur jalannya arus lalu-lintas dengan sistem buka tutup mulai arah Situbondo menuju Banyuwangi, begitu juga arah sebaliknya dan untuk pengendara agar mematuhi dan mengikuti petunjuk petugas dilapangan agar kelancaran arus lalu-lintas berjalan tertib dan lancar,” jelas Bagus Jumat (12/03/2021).
Sementara, Kapolsek Wongsorejo IPTU Sudarso menghimbau agar pengguna jalan khususnya kendaraan berat agar tidak melewati Alasbulu.
“Sejak kemarin ada kerusakan Jembatan di Desa Alasbulu Kec. Wongsorejo. Kami koordinasi dengan Kasat Lantas, Dishub dan PU Pengawas Jalan Nasional yang intinya menghimbau kepada masyarakat pengguna jalan untuk supaya tidak memperparah kerusakan jembatan tersebut agar kendaraan besar jurusan Surabaya – Banyuwangi sementara tidak melewati Jalan Nasional Pantura di Kec. Wongsorejo dulu sampai dengan perbaikan jembatan Desa Alasbulu selesai. Silahkan kendaraan dari Surabaya dan sekitarnya lewat Probolinggo -Lumajang – Jember – Banyuwangi atau Surabaya Situbondo-Bondowoso- Jember-Banyuwangi. Untuk kendaraan pribadi/kecil masih bisa lewat jembatan tersebut ” jelasnya kepada Wartawan BN. Jumat (12/03/2021).
Sementara petugas BBPJN VIII Jatim – Bali sudah meninjau lokasi tempat jembatan/ gorong-gorong yang ambrol rusak. Salah satu petugas Preservasi Jatim – Bali yang ada di lokasi, Efendi T. Bodion bersama beberapa stafnya mulai melakukan perencanaan perbaikkan. (Djoni)



