Connect with us

Bidik Nasional

Honorer K2 Gelar Unjuk Rasa di Kantor DPRD dan Gubernur Provinsi Sulsel

SULSEL

Honorer K2 Gelar Unjuk Rasa di Kantor DPRD dan Gubernur Provinsi Sulsel


MAKASSAR, SULSEL, BN — Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018, menimbulkan sekelumit persolan bahkan berujung penolakan atas kebijakan pemerintah pusat yang kurang menyisihkan kuota pengangkatan untuk pegawai honorer Kategori Dua (K2).

Setelah menggelar demo di kantor DPRD Sulsel, ratusan pegawai honorer K2 melanjutkan aksi di depan kantor Gubernur Sulsel jalan Urip Sumoharjo, menuntut kebijakan pusat terkait formasi dan kuota CPNS.

“Saya sudah 15 tahun sebagai pegawai honorer (K2) guru, bahkan kita sudah ikuti sejumlah pelatihan. Tapi kenapa kami tidak diangkat-angkat juga sebagai pegawai negeri sipil. Pengabdian kita sudah jelas selama puluhan tahun,” ujar Nurasiah Guru Honorer di SD 34 Baba, Enrekang.

Menurutnya, pemerintah sama sekali tidak adil untuk pegawai honorer K2 yang sudah mengabdi puluhan tahun. Olehnya itu, bersama pegawai honorer K2 dari 24 Kabupaten dan Kota menuntut pengangkatannya sebagai PNS dan menghapuskan aturan batasan umur 35 tahun.

“Dulu murid yang saya ajar kini sudah jadi guru. Nasib kami ini malah tidak dilihat oleh pemerintah. Makanya kami meminta dengan sangat ada kebijakan,” Ucapnya.

Aksi Forum Honorer K2 tersebut juga secara tegas menolak adanya usulan Kemenpan RB membuka penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) untuk menampung pegawai honorer yang tidak masuk kuota CPNS.

Adapun beberapa tuntutan yang disampaikan, mempercepat penertiban Perpu khusus kategori 2 sebagai landasan hukum pengangkatan PNS, menolak perekrutan CPNS jalur umum tanpa batas, prioritaskan tenaga honorer untuk diangkat menjadi PNS tanpa batasan usia dan tanpa tes.(**)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in SULSEL

To Top