Connect with us

Lucy Kurniasari : KIE Tanggung Jawab Bersama

JATIM

Lucy Kurniasari : KIE Tanggung Jawab Bersama

Dialog Lucy Kurniasari dan Yenrizal Makmur  bersama warga Tambak Wedi Kenjeran Surabaya, Minggu (17/03/2019)

SURABAYA, JATIM, BN – Serempak masyarakat Tambakwedi Kenjeran, Surabaya berkumpul berbondong-bondong memenuhi kursi undangan yang telah di siapkan panitia acara Sosialisasi lanjutan oleh BKKBN Jawa Timur.

Hadir dalam kegiatan tersebut,Anggota DPR RI Komisi IX dari fraksi demokrat wilayah kerja Surabaya-Sidoarjo, Dra. Lucy Kuniasari, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur Yenrizal Makmur dan tokoh masyarakat setempat.

Minggu, 17 Maret 2019 sore, kegiatan berkelanjutan BKKBN bertemakan Sosialisasi Advokasi & KIE Program KKBPK Bersama Mitra Kerja tahum 2019, membahas kasus Stunting yang terjadi di jawa Timur. Perlu di ketahui data BKKBN di akhir tahun 2018, Jawa Timur terdapat 110 desa di 11 kabupaten/kota yang memiliki angka stunting cukup tinggi.

Kepala perwakilan BKKBN Jatim Yenrizal Makmur menjelaskan Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah lima tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi lahir.

Yenrizal Makmur menambahkan, salah satu cara mencegah stunting adalah dengan memberikan pendampingan kepada ibu dan balita pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Ditambah dengan stimulasi pengasuhan dan pendidikan berkelanjutan.

Ia mengharapkan orang tua dalam kurun waktu 1.000 HPK harus mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang. Ibu hamil melakukan pemeriksaan minimal empat kali selama kehamilan. Selama 6 bulan ibu memberikan ASI eksklusif. Dilanjutkan makanan pendamping ASI sampai 2 tahun.

Anggota Komisi IX DPR RI fraksi demokrat, Lucy Kurniasari menghimbau kepada warga Tambak Wedi Surabaya agar selalu menjaga prilaku hidup sehat. Serta merta jika masyarakat melakukan pola berkehidupan seperti program BKKBN yang selama ini dijalankan maka angka stunting dapat  berkurang.

“Memberikan edukasi tentang komunikasi, Informasi edukasi keluarga berencana siaga merupakan tanggung jawab bersama. Selaku control baik dalam penggunaan anggaran ketika BKKBN bersosialisasi, saya akan selalu turun kemasyarakat,” tutur Lucy kepada wartawan saat mendatangi rumah salah satu warga.(boody)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in JATIM

To Top
%d blogger menyukai ini: