JATIM

Pemkab Lamongan Dukung UHC

Forum Komunikasi Para Pemangku Kepentingan Utama BPJS Kesehatan Kabupaten Lamongan Semester I, Lamongan, Rabu (24/4)

LAMONGAN, JATIM, BN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan bersama BPJS Kesehatan Cabang Gresik terus memaksimalkan cara untuk mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) di Kota Soto tersebut.

Data terhimpun sampai dengan April 2019, sebanyak 968.178 dari 1.360.909 penduduk Lamongan telah terdaftar dalam program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) atau sebesar 71%.

Menurut Kepala Kantor Pelayanan BPJS Kesehatan Kabupaten Lamongan, Elly Yuliani, terdapat beberapa kendala yang menjadi tantangan Kabupaten Lamongan menuju UHC salah satunya adalah animo masyarakat yang kurang untuk mendaftar JKN-KIS.

” Kami sangat berharap dukungan dari Pemkab Lamongan. Disisi lain kami juga terus meningkatkan kepesertaan JKN-KIS dengan berbagai cara seperti stand desa keliling,” kata Elly.

Menurut Asisten 1 Tata Praja Kabupaten Lamongan, M.S Heruwidi, Pemkab Lamongan akan terus memberikan support penuh terhadap program JKN-KIS. Dirinya juga sangat berharap agar masyarakat Lamongan dapat terdaftar seluruhnya dalam program JKN-KIS. seluruh stackholder perlu mencari cara atau sistem yang efektif untuk menaikan minat masyarakat menjadi peserta JKN-KIS.

” Ide untuk langsung terjun langsung di lapangan, menurut saya itu bagus”, kata Heruwidi saat membuka Forum Komunikasi Para Pemangku Kepentingan Utama BPJS Kesehatan Kabupaten Lamongan Semester I, Lamongan, Rabu (24/4).

Selain data yang dipaparkan oleh BPJS Kesehatan, terdapat 5 Kecamatan yang persentase kepesertaan JKN-KIS nya masih dibawah 60%.

” Saya meminta camat yang bertugas agar dapat mendorong jumlah persentase kepesertaan JKN-KIS,” tegas Heruwidi.

Dia menjelaskan,Guna meningkatkan jumlah kepesertaan JKN-KIS di Lamongan, pemkab mendorong pendaftaran peserta bagi tenaga kontrak yang ada di lingkup Pemkab Lamongan. Namun mekanisme pembiayaannya akan dikaji lebih lanjut oleh OPD terkait.

Heruwidi meminta seluruh jajaran Pemkab Lamongan dapat mensosialisasikan program JKN-KIS agar masyarakat mendaftar dan meminta jajarannya tidak hanya fokus kepada program kuratif, tetapi juga harus mempromosikan gaya hidup sehat.

“Dengan meningkatnya kepesertaan JKN-KIS dan menjaga kesehatan masyarakat, semuanya akan mendapatkan manfaat yang bermuara pada kesejahterahan masyarakat,” tutup Heruwidi. (boody)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button