Connect with us

Daud Djoni WD : PT Kurniawan Andalan Timur Indonesia Diduga Kurang Transparan

60 views

JATIM

Daud Djoni WD : PT Kurniawan Andalan Timur Indonesia Diduga Kurang Transparan

SURABAYA, JATIM, BN-Informasi di lapangan bahwa di tempat area Pelabuhan LCM Ketapang Banyuwangi beda pekerjaan proyek dengan Pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Ketapang Banyuwangi tahun 2019. Guna memastikan adanya proyek yang dimaksud, Tim LSM KOBRA DPC Banyuwangi menelusuri di lokasi dan ternyata benar adanya proyek tersebut.‎

Ketua LSM KOBRA DPC Banyuwangi Daud Djoni WD saat mengecek ke lokasi proyek pembangunan Pelabuhan Ketapang, ada temuan yang diduga Kontraktor PT. Kurniawan Andalan Timur Indonesia sebagai kontraktor pelaksana dan CV Jaya Konsultan sebagai konsultan pengawas terkesan tidak mengerti tentang UU NO 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Menurutnya, proyek pembangunan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi dengan nilai kontrak sebesar Rp10.279.000.000 untuk volume tidak tercantum di papan nama proyek.

Nomor kontrak 027/125.113.6/2019 tanggal kontrak 25 April 2019 dengan sumber dana APBD tahun 2019. Waktu pelaksanaan 240 hari dan untuk proyek dibawah Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur. Dan dalam pengawasan tim awasi dari TP4D Kejaksaan.‎

“Untuk papan proyek pelabuhan penyeberangan di Ketapang Banyuwangi patut dipertanyakan. Salah satunya, volume tidak dicantumkan di papan proyek. Dan tim TP4D Kejaksaan dari mana, apakah Propinsi atau dari daerah Banyuwangi atau dari pusat? Juga tugasnya apa dalam proyek ini?,” katanya.‎

Daud Djoni mempertanyakan, apakah pekerja proyek di Pelabuhan Ketapang sudah melaksanakan K3 yaitu, kesehatan dan keselamatan kerja adalah bidang yang terkait dengan kesehatan, keselamatan. Dan kesejahteraan manusia yang bekerja di sebuah institusi maupun lokasi proyek, sedangkan tujuan K3 adalah untuk memelihara Kesehatan dan Keselamatan.

Ia berpesan agar tidak ada yang bermain-main dengan anggaran negara karena rakyat ikut juga bayar pajak. Ia juga berharap agar proyek di pelabuhan Ketapang ini betul dikerjakan sebaik-baiknya jangan sampai melanggar Undang-Undang dan Peraturan yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah.‎

Sampai berita ini dikirimkan ke redaksi, Selasa (19/11), tim LSM KOBRA DPC Banyuwangi belum bertemu dengan pelaksana kontraktor dan pengawas konsultan yang mengerjakan proyek pembangunan pelabuhan Ketapang Banyuwangi. (TIM BN)

More in JATIM

To Top
%d blogger menyukai ini: