Dispertahortbun Sumenep Siap Luncurkan Tujuh Program Inovasi


SUMENEP, JATIM, BN-Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun) Kabupaten Sumenep akan meluncurkan tujuh program inovasi ke depan yang memiliki potensi pembangunan pertanian yang memadai.
Kepala Dispertahortbun Kabupaten Sumenep Arif Firmanto, S.TP, MSi disela-sela rapat bersama stafnya mengatakan bahwa tujuh program tersebut diharapkan dapat menjadikan Sumenep program unggulan pada tahun ini sebagian besar merupakan karya inovatif pertanian dengan seirama berkembangnyaIptek di bidang pertanian dan perkebunan.
Menurutnya, sasaran pertama di Kepulauan Masalembu dalam mengembangkan demplot melalui pilot project tanaman padi yang sebelumnya belum pernah ada penanaman padi dan pemantauan. Dalam pengujian 1 hektare tanah hasilnya pertumbuhan cukup bagus sehingga hasil uji coba tersebut menarik masyarakat tani.
Selanjutnya kata Arif, program kedua akan menguatkan Petani Mandiri Benih (PMB).
“Kami sedang melakukan pendampingan pada 2 Kecamatan yaitu Guluk-Guluk dan Gapura untuk mencapai program yang diharapkan. Pada tahun lalu Presiden RI, Joko Widodo telah memberikan penghargaan Pin Emas kepada seorang petani, Kamillah El Teha,” katanya.
Menurut Arif, Kamillah El Teha pernah melakukan hilirisasi inovasi / diffusi dari luas lahan yang dimiliki seluas 0,5 hektare menjadi 40 hektare. Sehingga karya penerapan inovasinya mampu mempengaruhi 4 kelompok tani di desanya sendiri dan desa tetangga lainnya, sehingga dapat meningkat menjadi 60 hektare di tahun berikutnya dan hingga mengembang 115 hektare.
Kemudian program ketiga, Dispertahortbun Sumenep akan menginisiasi kelompok pangan olahan seperti halnya bawang merah, cabe, kelor dan tanaman lainnya. Dengan melalui program Upland Project yang bersumber dana dari anggaran IsDB dan IFAD, di Jawa Timur hanya ada dua hanya Kabupaten Sumenep dan Malang setelah melalui proses tahapan-tahapan presentasi di Kementerian Pertanian. Dan di Indonesia hanya ada 14 Kabupaten atau Kota yang mendapatkan anggaran Upland Project tersebut dan pelaksanaannya akan dimulai pada tahun 2021 mendatang.
Program ke empat ini merupakan kawasan wisata tani atau kawasan inovasi dan teknologi tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan yang akan dilaksanakan di Desa Gadu Barat Kecamatan Ganding dengan menggunakan lahan sekitar 10 – 11 hektare.
Program kelima adalah Pelepasan Varietas Unggul Lokal Cabe Jamu, yang merupakan satu-satunya dan pertama kali di Indonesia, serta akan memproses legalitas varietas cabe jamu menjadi varietas unggul lokal.
Program ke enam yakni penerapan teknologi panen dan irigasi hemat air di lahan kering iklim kering berbasis pengelolaan iklim mendukung Program Kostratani Kementerian Pertanian, di Kabupaten Sumenep.
Program ke tujuh mendukung program pembangunan pertanian dengan melaksanakan gerakan pembaharuan pembangunan pertanian berbasis teknologi informasi, yakni Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) serta menerapkan 1 (satu) data pertanian dengan menggunakan alat-alat yang modern. (yus)



