Kabupaten Sikka Masih Dalam Status Zona Aman Virus Corona


MAUMERE, NTT, BN-Kabupaten Sikka hingga saat ini masih dalam status Zona aman dari virus Corona dan belum ada pasien positif covid-19 yang ditangani RSUD Maumere.
Hal inidikatakan Sekretaris Satgas Penanganan Covid 19 Kabupaten Sikka,Petrus Herlemus,di Posco Covid-19 Sikka,Jumat,10/4/2020 pagi.
Dijelaskan, berdasarkan Hasil Pemeriksaan Swab di laboratorium Surabaya, dua Swab pasien PDP yg dikirim Senin lalu dan hasilnya sudah diterima Satgas Penangan Covid-19 Kabupaten Sikka Kamis, 9/4/2020 malam hasilnya negatif Corona. Itu artinya Sikka masih dalam Zona Aman.
“Dari dua swab sampel negatif ini,satu pasien rujukan PDP asal Nagekeo dan satu PDP asal Namangkewa Kabupaten Sikka,” jelasnya.
Petrus Herlemus menambahkan bahwa PDP asal Nagekeo dalam diagnosisnya menderita gagal ginjal, sedamgkan PDP asal Namangkewa Kabupaten Sikka mengalami usus buntu.
“Kedua pasien ini sebelumnya berstatus ODP karena keduannya didiagnosis gagal ginjal dan usus buntu maka statusnya ditingkatkan ke PDP dan sedang menjalani perawatan diruang isolasi,” ujarnya.
Petrus Herlemus juga menegaskan bahwa pihaknya perlu menyampaikam hasil pemeriksaan Swab itu ke publik sekaligus menjawabi pelbagai informasi yg viral di Medsos pada Kamis,9/4/2020 yg menyebutkan, bahwa pasien pertama positif corona di NTT berasal dari Nagekeo.
“Saya tegaskan dengan penyampaian ini bisa menjawabi bahwa hingga saat ini belum ada pasien positif Covid-19 yang ditangani di RSUD Maumere,” tegasnya.
Untuk itu dirinya menghimbau meskipun Kabupaten Sikka masih dalam Zona Aman,namun warga masyarakat diminta untuk tetap tingkatkan Kewaspadaan.
“Saya himbau kepada seluruh masyarakat Sikka agar jangan terlena serta menganggap enteng dengan himbaun maupun kebijakan pemerintah,” pintahnya.
Sekretaris Satgas Covid-19, Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus berharap agar masyarakat tetap tenang,dan teruslah berdoa agar Sikka bisa bebas dari virus Covid-19.
“Saya berharap agar masyarakat Sikka harus patuhi himbauan pemerintah untuk selalu jaga jarak,mencuci tangan dan hindari kerumunan agar bisa memutuskan mata rantai penyebaran virus Corona ini dengan cara berjuang bersama, bergerak bersama dengan Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa/kelurahan, Tokoh masyarakat, tokoh agama dan segenap komponen masyarakat,” harapnya.
Herlemus juga menambahkan bahwa Pemerintah tetap berupaya untuk meminta masyarakat melaksanakan social distancing dan pysical distancing. Dan berharap posko-posko yg ada didesa/kelurahan untuk terus melaksanakan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.
Untuk diketahui Pasien PDP asal Namangkewa Kabupaten Sikka yang didiagnosis Usus buntu sudah sehat dan diperbolehkan pulang kerumah. Dengan Demikian Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka sudah mencabut status pasien dalam pengawasan asal Namangkewa kabupaten Sikka tersebut. Sedangkan Pasien PDP asal Nagekeo yang diagnosis Gagal ginjal masih menjalani perawatan diruang isolasi. Saat ini Petugas RSUD Maumere sedang menangani pasien ini sesuai protokoler Organisasi Kesehatan Dunia/WHO. (athy meaq).



