DKPP Kota Surabaya Berikan Bimtek Pelatihan Perbaikan Mesin Perahu Tempel


SURABAYA, JATIM, BN-Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Surabaya memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) melalui pelatihan kegiatan perbaikan mesin perahu motor tempel kepada komunitas nelayan di wilayah Kelurahan Medokan Semampir Kecamatan Sukolilo Surabaya, Rabu, 12 Mei 2020.
Materi disampaikan oleh nara sumber dari Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Jawa Timur melalui Bidang Rencana Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RPWP3K) bertempat di Pendopo Kantor Kelurahan Medokan Semampir Surabaya.
Susilo selaku Kepala Seksi menjelaskan pemberian materi pelatihan pengenalan mesin perahu tempel bertujuan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan Nelayan di Wilayah Medokan Semampir pada mesin perahu tempelnya.
” Apabila nelayan melaut, mereka dapat mengidentifikasi kerusakan dan dapat memperbaikinya. Jadi secara mandiri para nelayan dapat memperbaikinya sendiri, ” kata Susilo.
” Beberapa materi yang kami sampaikan meliputi diskusi teori pengenalan dan perbaikan mesin serta praktek bongkar pasang mesin, ” imbuhnya.
Sebelumnya, Nanik Sulistiani Pendamping/Penyuluh Nelayan Kawasan Pesisir Kecamatan Sukolilo menyampaikan bahwa acara berlangsung atas permintaan Lurah Medokan Semampir yang penduduknya bekerja sebagai nelayan.
” Dari permintaan tersebut selanjutnya dibentuklah satu wadah komunitas nelayan yang beranggotakan 25 orang. Kurang lebih di tahun kemarin mereka (komunitas nelayan Warga Medokan Semampir) membuat suatu wadah ini, ” ujar Nanik.
Lebih lanjut ia menyampaikan, disamping sebagai modal memiliki ketrampilan sebagai tehnisi mesin mandiri, apabila saat nelayan bekerja kendala kerusakan mesin, praktek kerja mengenali ciri-ciri kerusakan mesin akan menjadikan nelayan lebih cerdik.
Ditemui terpisah, Supriono Lurah medokan semampir kecamatan Sukolilo mengaku, segala bentuk pelatihan yang diberikan oleh pemateri akan menjadikan ilmu tambahan.
” Harapan saya semangat bekerja dalam masa pandemi Covid19 seperti ini tidak menjadikan warga saya bermalas-malasan saat berjuang ditengah laut mencari nafkah. Apalagi sekarang memiliki skill memperbaiki sendiri mesin perahunya ketika rusak atau tiba-tiba ngadat, ” ujarnya.
Salah satu peserta Bimtek pelatihan, Wanto (23) warga Medokan semampir menyampaikan keinginannya untuk lebih mengenal segal jenis bentuk mesin perahu tempel yang biasa digunakan nelayan saat bekerja.
” Tadi saya di ajari bongkar pasang mesin.cek oli, bahan bakar, cek karburator dan masih banyak lagi. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus dilakukan agar komunitas nelayan menjadi benar-benar mandiri, ” pungkasnya. (boody)



