JATIMPASURUAN

Torikhan Sebut Menjadi Peserta JKN – KIS Sekaligus Ladang Beramal

Torikhan (41) peserta JKN-KIS 

• Torikhan : BPJS kesehatan Jadi Andalan Ketika Butuh Pengobatan

PASURUAN, bidiknasional.com – Tetap bersyukur atas kesehatan yang selama ini ia rasakan, peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) atas nama Torikhan (41) salah satu anggota Polri yang berdinas di RS Bhayangkara Pusdik Brimob, Watukosek, Pasuruan ini menyebutkan, meski kartu KIS belum pernah dipergunakan rawat inap di rumah sakit, dirinya selalu ikhlas jika setiap bulan terpotong gajinya guna premi pembayaran BPJS Kesehatan baik untuk diri sendiri maupun keluarganya.

” Dalam hal ini, saya selalu ikhlas. Selain sebagai ladang beramal, kita juga harus membantu sesama peserta daripada kita sendiri yang sakit,” tutur Torikhan di Pasuruan (29/11).

Meskipun belum pernah menjalani rawat inap, Torikhan juga menyampaikan bahwa sebelumnya pelayanan kesehatan dari program JKN – KIS juga pernah ia rasakan.

*” Kartu JKN – KIS pernah dipakai untuk pelayanan* saya dan keluarga ketika sakit ringan seperti batuk pilek demam dan gejalanya selalu periksa ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk berobat. *Selain itu* Anak saya pernah opname di Rumah Sakit karena demam tinggi,” kata pria yang tergabung sebagai peserta BPJS kesehatan sejak tahun 2014 ini.

Dijelaskannya, saat itu anaknya sampai kejang – kejang (step-red), dan akhirnya dibawa berobat.” Waktu itu di rawat kurang lebih 4 harian. Selain itu keluarga saya pakai untuk skrining kesehatan saja cek gula darah, tensi kolesterol seperti itu di faskes terdaftar,” terangnya.

Pria pemilik nomor kepesertaan JKN 000109332XXXX dan masuk dikelas 2 segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) tersebut menceritakan bahwa selama menggunakan pelayanan baik di faskes ataupun di RS tidak pernah ada kendala dan sesuai alurnya.

” Manfaat layanan dan pengobatan selama ini saya pakai untuk pengobatan rawat jalan , rawat inap, screening kesehatan dan tidak ada penambahan biaya kecuali memang kita minta tambahan,” ungkapnya.

Disinggung mengenai pelayanan petugas medis secara umum dan kepuasan menurutnya, pelayanan baik secara keseluruhan dan sudah sesuai. Tidak ada perbedaan antara pasien umum dan pasien *dari program JKN – KIS.*

“Sangat memuaskan, pelayanannya all in sesuai indikasi medis, tanpa plafon kecuali memang kita minta untuk naik kelas ketika rawat inap,” tegasnya.

Selain itu lanjutnya, selama menggunakan kartu JKN – KIS belum pernah mengalami kendala dan sampai saat ini keluarga selalu mengandalkan BPJS kesehatan ketika membutuhkan pengobatan.

“Artinya, Program BPJS Kesehatan ini lebih menjadi solusi paket pilihan. Adapun perubahan -perubahan dari program JKN – *KIS* selama ini semakin mudah dan praktis. Apalagi jika bicara kanal layanan digital. Akses kemudahan dan tidak ada alasan bagi kita untuk sulit mengakses,” urainya.

Dipenghujung paparannya, Torichan berharap program JKN – KIS terus hadir diseluruh lapisan masyarakat dan memperluas cakupan hingga ke pelosok negeri demi memberikan Jaminan Kesehatan bagi seluruh masyarakat.

“Kami memohon BPJS Kesehatan terus berinovasi memberikan kemudahan – kemudahan kepada seluruh pesertanya,” pungkasnya. (*/boody)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button