BANYUWANGIJATIM

Ijasah SMK Belum Diambil, Kepala Dindik Jatim Harus Peduli 

BANYUWANGI, BIDIKNASIONAL.com –  Bermula dari pengakuan Heru Siswanto warga RT.03 RW.03 Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Banyuwangi yang mengaku bahwa ijazah SMK anaknya hingga sekarang ini belum bisa diambil dengan alasan tidak mampu mengambilnya karena dia sendiri tidak bekerja dan sakit.

” Benar mas, saya sakit stroke lebih kurang (1) satu tahun ini dan tidak bisa jualan di warung. Sedangkan untuk mengambil ijasah lulus di SMK Gajah Mada, putra saya bernama Risky Nur Hidayat belum bisa ambil  dikarenakan tidak punya biaya untuk pengambilan ijasah di SMK Gajah Mada , ” terang Heru kepada bidiknasional.com, Minggu (6/2/2022).

Ketua DPC LSM KOBRA Banyuwangi Daud Djoni, WD (jaket biru) dan Orang Tua Riski Nur Hidayat

Lanjut Heru Siswanto, Istrinya (ibunya Risky Nur Hidayat- red) sudah meninggal dunia, dan Heru Siswanto (ayahnya Riski Nur Hidayat- red) membiayai sekolah sekuat tenaga. Untuk kehidupan kebutuhan makan minum sehari-harinya, dan berharap semoga guru dan Kepala Sekolah memahami dan dapat membantunya.

” Saya waktu masih sehat dan belum sakit berusaha sekuat tenaga membiayai sekolah demi anak saya sampai lulus SMK Gajah Mada, dan di karenakan saya sakit stroke untuk biaya pengambilan ijasah belum bisa melunasi tunggakkan biaya di SMK Gajah Mada Banyuwangi,” imbuhnya.

Sedangkan murid SMK Gajah Mada Banyuwangi bernama Riski Nur Hidayat saat dikonfirmasi dirumahnya oleh wartawan menerangkan, dirinya membenarkan untuk ijasah lulus SMK Gajah Mada belum diambil karena belum melunasi tunggakkan biaya pengambilan ijasah SMK Gajah Mada Banyuwangi.

Selanjutnya dihari Rabu, 9 Pebruari 2022, awak media mendatangi SMK Gajah Mada Banyuwangi untuk mengkonfirmasi kepada Kepala Sekolah (Kasek) SMK Gajah Mada Banyuwangi H. Wijanarko.

Setiba di SMK Gajah Mada Banyuwangi Kasek SMK Gajah Mada Banyuwangi sedang tidak ada ditempat, namun ditemui oleh Wakil Kepala Sekolah yang membidangi Kesiswaan.

” Benar mas, untuk SMK Gajah Mada Banyuwangi swasta bukan negeri, dan pembiayaan di sekolah dari kita sendiri, sedangkan program BPOPBP (Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan) dari Pemprov. Jatim belum terlaksana dikarenakan masih pandemi Covid- 19,” kata Awafi Wakil Kepala Sekolah.

Dijelaskan nya,” tunggakkan murid bernama Riski Nur Hidayat sebesar Rp. 1,250.000,- sedangkan untuk Wakil Kasek SMK Banyuwangi punya tugas mulai bidang Kurikulum, bidang Sarana Prasarana, bidang Humas, semuanya (4) empat Wakil Kasek di SMK Banyuwangi ” jelasnya di Banyuwangi  (9/2/2022).

Dihari yang sama, bidiknasional.com  mendatangi kantor Dinas Pendidikan Cabang Pendidikan Wilayah Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jatim. Maksud dan tujuan untuk mengkonfirmasi kepada Kepala Dinas Pendidikan Cabang Dinas Wilayah Kabupaten Banyuwangi, Provinsi JATIM dan belum berhasil  bertemu untuk meminta keterangan terkait biaya pengambilan Ijasah lulusan SMK Gajah Mada Banyuwangi.

Terpisah Ketua DPC LSM KOBRA Banyuwangi Daud Djoni, WD dalam hal ini menegaskan, sudah seharusnya Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur peduli atas kondisi orang tua murid yang memang benar-benar tidak mampu apalagi sedang dalam keadaan sakit dibantu memecahkan peemasalahan tersebut.

” Kepedulian sebagai dinas tertinggi dalam strata pendidikan SMK di Jawa Timur, Kepala Dinas Pendidikan turut serta memberikan kemudahan untuk membantu siswa yang memang benar-benar tidak mampu, apalagi orang tuanya sudah sejak satu tahun mengalami sakit stroke,” sebutnya.

Sampai berita ini diterima ke Redaksi, untuk Tim Wartawan bidiknasional.com bersama Tim LSM KOBRA masih meminta keterangan dari berbagai pihak untuk perkembangan lebih lanjut. (dj@/Tim-BN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button