JATIMLAMONGAN

Kisah Azzahroh, Seorang Yatim di Lamongan Badannya Tinggal Tulang dan Kulit

Keterangan Gambar: Azzahroh, seorang yatim yang sedang digendong neneknya. Rabu, (9/2/2022),

LAMONGAN, BIDIKNASIONAL.com – Dusun Glumo, Desa Jelakcatur, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan. Wilayah Desa yang berada di perbatasan Kecamatan Kalitengah – Kecamatan Turi.

Salah satu warganya Azzahroh (7) yang dulu sempat tinggal di Sidoarjo dan beberapa bulan terakhir tinggal di Desa Jelakcatur, Kecamatan Kalitengah yang kondisihnya sangat memprihatinkan karena ditinggal ibunya yang meninggal dunia.

Saat ini mengalami sakit TBC (Tuberkulosis) atau TB adalah penyakit menular akibat infeksi bakteri. Selama 2 tahun Azzahroh mengalami sakit. Kemarin sudah sembuh.

Namun, sempat putus/ berhenti berobat kisaran kurang 1 bulan yang lalu, sehingga kondisinya lemah dan semakin parah seperti ini.

Azzahroh yang berumur 7 tahun ini mempunyai berat badan 9 Kilo gram. Sangat tidak ideal dan ini harus menjadi perhatian kita bersama untuk menolong adik Azzahroh.

Badannya Azzaroh sangat kurus sekali, saat ditanya apa mau sekolah lagi? Azzahroh menganggukkan kepala bisa diartikan, Iya, dia pingin sekolah lagi.

Selain itu saat dirinya ditanya pingin apa? Ia pun menjawab dengan kata-kata yang kurang jelas. Artinya dirinya menginginkan sesuatu tapi sampai saat ini belum kesampaian.

Dia kasihan sekali, meskipun belum.warga Lamongan. Tetapi patut menjadi perhatian semua pihak dan bersama sama kita tolong. Saat ini Azzahroh diasuh oleh neneknya.

Sementara, Ketua Senna Society Purwanto dalam melakukan lawatan kegiatan sosialnya Selasa, (08/02) kemarin, dengan kepekaannya mendatangi salah satu rumah warga di Dusun Glumo, Desa Jelakcatur, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan.

Azzahroh namanya, ia anak yatim yang mengalami sakit TBC dengan kondisi sangat memprihatinkan. Karena berat badan dan tingginya tidak ideal karena kurus tinggal tulang yang berbalut kulit.

Purwanto mengatakan, “Nanti dan segera akan kami komunikasikan dengan pihak Dinas Kesehatan dengan mengetahui pejabat pemerintah desa setempat.

Selain itu dan selanjutnya akan kami koordinasikan ke pembina Senna Society Indonesia agar selanjutnya ada langkah tindaklanjut untuk bisa menolong adik Azzahroh.

Apapun namanya dimanapun berada Azzahroh adalah manusia lebih-lebih dia anak yatim yang patut kita santuni sekaligus kita tolong. Ini bukan menjadi tanggung jawab pemerintah saja.

Namun, menjadi tanggung jawab kita bersama. Karena kita sebagai manusia harus saing tolong menolong disaat susah maupun senang

Harapan kami ini bisa menjadi spirit kami untuk bisa menolong dan semoga hal ini menjadi gambaran kita untuk saling berbagi kapanpun di manapun dan kepada siapapun,” tutur Purwanto. Rabu, (09/02).

Stunting pada Anak

Pertumbuhan anak tidak hanya dilihat dari berat badan, tetapi juga tinggi. Pasalnya, tinggi badan anak termasuk faktor yang menandai stunting dan menjadi penanda apakah nutrisi anak sudah tercukupi atau belum. Lalu, apa itu stunting dan apa penyebabnya?

Apa itu stunting?

Mengutip dari Buletin Stunting yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI, stunting adalah kondisi yang ditandai ketika panjang atau tinggi badan anak kurang jika dibandingkan dengan umurnya.

Mudahnya, stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan tubuhnya lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya dan memiliki penyebab utama kekurangan nutrisi.

Banyak yang tidak tahu kalau anak pendek adalah tanda dari adanya masalah gizi kronis pada pertumbuhan tubuh si kecil. Hanya saja, perlu diingat bahwa anak pendek belum tentu stunting, sedangkan anak stunting pasti terlihat pendek.

Anak masuk ke dalam kategori stunting ketika panjang atau tinggi badannya menunjukkan angka di bawah -2 standar deviasi (SD).

Terlebih lagi, jika kondisi ini dialami anak yang masih di bawah usia 2 tahun dan harus ditangani dengan segera dan tepat.

Penilaian status gizi dengan standar deviasi tersebut biasanya menggunakan grafik pertumbuhan anak (GPA) dari WHO.

Tubuh pendek pada anak yang berada di bawah standar normal merupakan akibat dari kondisi kurang gizi yang telah berlangsung dalam waktu lama.

Hal tersebut yang kemudian membuat pertumbuhan tinggi badan anak terhambat sehingga mengakibatkan dirinya tergolong stunting.

Namun, anak dengan tubuh pendek belum tentu serta merta mengalami stunting. Kondisi ini hanya terjadi ketika asupan nutrisi harian anak kurang sehingga memengaruhi perkembangan tinggi badannya.

Penulis     : Bang IPUL

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button