Banyak Keluhan dari Petani, Bupati Trenggalek Awali Program “Makaryo Neng Deso”

Kunjungan Bupati Trenggalek di Desa Karangrejo, Rabu (11/12/2023)// foto: Bud
TRENGGALEK, BIDIKNASIONAL.com – Penyemprotan pestisida untuk hama wereng yang semakin meluas, kemudian meminta bantuan jaringan untuk meminimalisir serangan Burung Pipit.
Diluar itu, petani juga membutuhkan pipanisasi untuk mengalirkan aliran air dari sungai diatas bukit, kesawah-sawah warga, dibutuhkan pipanisasi karena topografi yang ada tidak memungkinkan dibangun jaringan irigasi.
Ditambahkan oleh Kades Karangrejo, Purwadi dalam kunjungan Bupati Trenggalek, pola petani yang condong pada tumbuh kembang tanaman saja mengakibatkan kejenuhan pada lahannya Penggunaan pupuk kimia dan pestisida kimia menjadikan tanah semakin keras.
“Pola ini yang perlu dirubah, karena dengan pola ini tanah semakin keras Petni perlu beralih pada pola tanam nenek moyang kita menggunakan pupuk pestisida organik. karena dengan ini tanahnya sehat,” ucap Kadas Karangrejo kepada Bupati Trenggalek.
Makaryo neng desa atau bekerja di desa sendiri merupakan akselerasi yang coba dilakuhan Kepala daerah yang akrab disapa Gus Ipin itu, dalam upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Mulai tahun 2023 ini, setiap hari rabu kita canangkan menjadi kegiatan Makaryo Neng Deso (bekerja di desa: red). Seluruh OPD memang kita minta turun semuanya untuk menginventarisir masalah dan menyelesaikan masalah on the spot disitu,” ucapnya, Rabu (11/12/2023).
Salah satunya ini tadi disisi pertanian, ada hama dan kita lakukan penyemprotan, Kemudian mereka membutuhkan air dan sebagainya, sehingga ini langsung terpotret.
Kemudian kita nanti juga akan melihat pelayanan-pelayanan yang lain. Jadi seluruh OPD saat ini hampir tidak ada yang di kantor 40% nya semua memberikan pelayanan di lapangan. Kemudian setiap Jum’atnya akan kita inventaris, biasanya di coffee morning dibahas mana saja yang ditangani cepat, mana yang harus menggunakan anggaran.
Kemudian mana yang sudah ada anggarannya dan mana yang belum teranggarkan. Ini yang akan diinventarisir sehingga struktur anggaran kita kedepan sudah benar-benar berbasis kebutuhan masyarakat karena kita langsung melakukan tinjauan ke lapangan.
Sedangkan yang diminta Karangrejo ini sambungnya,“ karena daerah persawahan yang ada diperbukitan, jadi rata-rata belum beririgasi teknis. Kemudian hamanya seperti wereng, burung, antisipasi-antisipasi yang diharapkan,” imbuhnya.
“Karena mereka disini bertaninya hanya untuk mencukupi kebutuhan pokok makan sehari-hari, kita harapkan jangan memproduksi padi/ beras dengan biaya yang mahal. Kelas pupuk Organiknya juga saya minta kesini, mengajari petani disni untuk bisa membuat pupuk dan pestisida organik sendiri sehingga biaya produksinya murah. Kemudian gabah dan beras yang dihasilkan juga sehat,” tandas Bupati.
Laporan: Bud
Editor: Budi Santoso


