Disorot, Pamsimas Desa Siperkas Kota Subulussalam Dinilai Tidak Efektif

Pengerjaan PAMSIMAS Tahun 2022 di Desa Siperkas, Kec.Rundeng, Kota Subulussalam.//(Foto : Agus Darminto)
SUBULUSSALAM, BIDIKNASIONAL.com – Beberapa Desa di Kota Subulussalam sebagai penerima program PAMSIMAS dari pemerintah berfungsi sebagai penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat.
Namun program tersebut masih ada yang belum sepenuhnya di rasakan oleh masyarakat manfaat nya.
Seperti Program Penyediaan Air Minum dan Sanitase Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) dibangun untuk sarana Air Minum kepada Masyarakat Desa Siperkas dengan pagu anggaran 400 Juta rupiah bersumber dari APBN Tahun 2022 di kerjakan oleh Kelompok masyarakat (POKMAS) belum dapat di Fungsikan sehingga mendapat sorotan.
Menurut keterangan masyarakat setempat yang tak ingin namaya disebut, PAMSIMAS tersebut sampai saat ini manfaatnya belum dapat dirasakan dan dinilai tidak efektif. Padahal ini sudah memasuki tahun 2023.
Bahkan pekerjaan tersebut diduga tidak sesuai dengan Rancangan Anggaran Biaya (RAB).atau kuat dugaan terjadinya mark up anggaran
Hasil temuan di lokasi pipa terlihat timbul di jalan dan air yang disalurkan menggunakan pipa secara door to door ke rumah warga tidak berfungsi, sehingga warga merasa kecewa. Seharusnya warga sudah dapat menikmati air bersih untuk memenuhi kebutuhan hidup padahal pekerjaan itu anggaran tahun 2022.
Namun akibat belum berfungsinya PAMSIMAS tersebut, warga mau tak mau menggunakan Aliran sungai Lae Souraya yang dapat mengkhawatirkan kesehatan warga.
Menjawab pertanyaan tersebut Konfirmasi BIDIKNASIONAL.com kepada Hasbullah, Kordinator Pelaksaanan pekerjaan menegaskan bahwa PAMSIMAS belum dilaksanakan uji Fungsi.
Pekerjaan belum dilakukan serah terima dikarenakan masih ada tahap perbaikan akibat terkena banjir dua kali kemaren, kata Hasbullah.
Kita belum uji fungsi , makanya belum berfungsi,minggu depan Insya Allah Uji Fungsi dan serahterima kegiatan.Karena agenda dari pihak provinsi minggu depan turun, Jelasnya.
Selain itu, ia menjelaskan pihaknya akan melakukan pengawasan agar program tersebut benar-benar dapat dirasakan masyarakat.
“Pekerjaan tersebut dikerjakan secara swadaya oleh Kelompok Masyarakat (POKMAS) Desa Siperkas. Sehingga kami dari pihak Koordinator mengawasi pekerjaan agar dapat di rasakan masyarakat manfaatnya,” ugkapnya.
Laporan: AGUS DARMINTO
Editor: Budi Santoso



