PADANG LAWAS UTARASUMUT

Mengaku Belum Dibayar, Perangkat Desa Sababangunan akan Polisikan Kades

M. Hod Pohan Kasi Pemerintahan Desa Sababangunan Kecamatan Dolok Sigompulon Kabupaten Padang Lawas Utara saat ditemui di kediaman nya (29/1/2023)// Foto: M.Sukma

PALUTA, BIDIKNASIONAL.com – Perangkat desa dari Desa Sababangunan, Kecamatan Dolok Sigompulon Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) akan mengadukan masalah penghasilan tetap (Siltap) atau gaji yang belum dibayar oleh kepala desa Sababangunan Satya Namo Rambe selama sembilan bulan di tahun 2022.

Perangkat desa tersebut akan mengadukan masalah penghasilan tetap (Siltap) atau gaji yang belum dibayar ke Polres Tapanuli Selatan (Tapsel).

Disampaikan sumber media ini, 3 orang perangkat desa dari Desa Sababangunan yaitu Riko bendahara desa, M.Hod Pohan kasi  pemerintahan, Eko Wardana Rambe kaur pembangunan, akan mengadukan masalah penghasilan tetap (Siltap) atau gaji yang belum dibayar oleh kepala desa sababangunan  Satya Namo Rambe  ke Polres Tapanuli Selatan Polda Sumatera Utara.

M. Hod Pohan dan Eko Wardana Rambe SE saat ditemui wartawan di Kediaman nya di desa sababangunan mengatakan, sangat menyesalkan tindakan yang dilakukan Satya Namo Rambe yang tidak membayar gaji mereka.

Dikatakan, mereka sudah pernah melapor kepada camat Dolog Sigompulon Madnalim Pakpahan tapi sampai saat ini belum ada kejelasan.

Terus mengejar hak nya, para perangkat desa ini berulang kali Menemui kades Sababangunan Satya Namo Rambe di rumahnya untuk meminta gaji nya.

“Namun walau berada di rumah Satya, dia enggan menemui kami, bukan menemui, eh malah berondok di dalam kamar,” sebutnya.

Ironis sambung mereka, hingga masa jabatan Satya Namo Rambe berakhir sebagai kepala desa sababangunan di bulan desember tahun 2022, gaji kami belum juga di bayar.

Di singgung besar honor  per orang yang belum dibayarkan, Hod dan Eko mengatakan Rp. 17 juta per orang.

” Jadi kami tiga orang total nya Rp.54 juta, padahal selama Satya menjabat kepala desa selama ini setiap bulan nya honor kami selalu dipotong nya,” ucapnya dengan nada kecewa.

Kembali diceritakan, parahnya lagi ada proyek Pekerjaan fisik rabat beton tahun 2022 belum selesai.

Disisi lain, awak media mendatangi Satya Namo Rambe ke Kantor desa (rumah pribadi) yang hanya berjarak 25 meter dari rumah Eko dan  M. Hod. Namun terpantau, kantor (rumah pribadi) Satya terlihat sepi.

Selanjutnya, awak media kembali konfirmasi  kepada M. Hod dan Eko mengenai kantor kepala desa sebenarnya dimana, M. Hod menyampaikan desa sababangunan tidak memiliki kantor desa yang ada hanya aula pertemuan.

“Kecamatan Dolok Sigompulon ada 44 desa  mungkin hanya ada dua desa yang memiliki  kantor desa,” ucapnya.

Selanjutnya, awak media menemui Camat Dolok Sigompulon Madnalim Pakpahan di kediaman nya di desa Simundol yang berjarak hampir kurang lebih  1,5 Km dari desa sababangunan.

Namun Madnalim tidak berada di rumah, mencoba mengkonfirmasi via Selluler ke nomor 0812-6085-5XXX handphone Camat Dolok Sigompulon Madnalim Pakpahan  tidak  aktif.

Laporan: M. SUKMA

Editor: Budi Santoso

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button