JATIMMALANG

BPJS Kesehatan Malang: Jaga Keaktifan Kepesertaan Melalui Autodebit Mobile JKN

MALANG, BIDIKNASIONAL.com –  Kepercayaan publik menjadi salah satu kunci utama keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kepala BPJS Kesehatan Cabang Malang, Yudhi Wahyu Cahyono, mengimbau masyarakat untuk senantiasa melakukan pembayaran iuran secara rutin agar dapat terus memanfaatkan layanan kesehatan, Jumat (08/08).

“Tidak henti-hentinya kami mengingatkan kepada masyarakat untuk tertib membayar iuran tepat sebelum tanggal sepuluh setiap bulannya. Hal ini bertujuan agar status kepesertaan tetap aktif sehingga ketika dibutuhkan, layanan kesehatan dapat langsung dimanfaatkan tanpa terkendala status nonaktif,” ujar Yudhi.

Ia menambahkan, BPJS Kesehatan telah menyediakan kanal pelayanan tanpa tatap muka melalui Aplikasi Mobile JKN maupun Pelayanan Administrasi BPJS Kesehatan melalui WhatsApp (Pandawa) di nomor 0811-8165-165. Kanal ini memudahkan peserta mengelola berbagai keperluan kepesertaan, termasuk informasi pembayaran iuran setiap bulannya. Dengan kemudahan ini, diharapkan masyarakat tidak lagi kebingungan mencari cara membayar iuran.

“Berbagai kanal pembayaran bisa diakses peserta hanya dengan genggaman. Kami hadirkan inovasi untuk mempermudah, termasuk pembayaran melalui Finpay atau autodebit yang otomatis memotong iuran sebelum tanggal 10 setiap bulannya,” tambahnya.

Yudhi menegaskan bahwa BPJS Kesehatan Cabang Malang akan terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan demi menjaga kepercayaan peserta. Ia berharap seluruh masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas yang tersedia dengan optimal serta bersama-sama menjaga keberlangsungan Program JKN melalui kedisiplinan membayar iuran tepat waktu.

Salah satu peserta yang merasakan manfaat inovasi autodebit adalah Ketut Nitya Chanda Putri Gayatri (24). Setelah lulus dari bangku perkuliahan, ia mendaftarkan diri sebagai Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) Bukan Pekerja (BP). Menurut Nitya, fitur autodebit di Mobile JKN sangat membantu menjaga keaktifan kepesertaannya.

“Saya jarang menggunakan layanan ke fasilitas kesehatan, paling hanya sesekali saat merasa perlu diperiksa dokter. Namun, saya tetap rutin membayar iuran setiap bulan. Setelah pindah segmen, saya langsung mengaktifkan autodebit. Jadi saya tidak khawatir iuran terlewat,” ungkap Nitya.

Ia berpendapat, membayar iuran tepat waktu berarti turut membantu peserta lain yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Selama ini, pelayanan yang ia terima di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) tidak pernah dibedakan.

“Kalau ada yang bilang pelayanannya dibedakan, saya tidak pernah merasakan. Semua petugas ramah, dokter memeriksa dan menjelaskan sesuai keluhan saya, dan saya mendapatkan obat sesuai kebutuhan. Jadi, tidak ada perbedaan pelayanan yang saya terima ketika memanfaatkan Program JKN,” tegas Nitya.

Di akhir wawancara, Nitya mengajak seluruh masyarakat membayar iuran tepat waktu dengan memanfaatkan autodebit di Mobile JKN. Ia juga berharap Program JKN terus hadir membersamai masyarakat Indonesia.

“Saya berharap pelayanan yang sudah baik ini semakin ditingkatkan. Dari segi penyampaian informasi juga lebih sering diberikan, supaya generasi muda bisa ikut menyebarkan kabar positif tentang Program JKN,” tutup Nitya.

Sebagai badan hukum publik yang mengelola Dana Jaminan Sosial (DJS) bidang kesehatan, BPJS Kesehatan menegaskan bahwa setiap rupiah iuran peserta dikelola secara transparan dan akuntabel untuk membiayai pelayanan kesehatan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Dana tersebut digunakan sepenuhnya untuk kepentingan peserta, mulai dari pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif.

Melalui kemudahan kanal pembayaran dan edukasi yang terus diberikan, BPJS Kesehatan berharap tingkat kepatuhan membayar iuran semakin meningkat. Partisipasi aktif peserta akan menjamin keberlanjutan pembiayaan dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.

Dengan semangat gotong royong, BPJS Kesehatan berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan berkesinambungan bagi seluruh rakyat Indonesia, sejalan dengan tagline “Dengan Gotong Royong, Semua Tertolong.”

Laporan: rn/gt

Editor: Budi Santoso

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button