BPBD Resmi Berdiri di Kota Mojokerto, Tingkatkan Kesiapsiagaan dan Penanggulangan Bencana Daerah
Deprecated: preg_split(): Passing null to parameter #3 ($limit) of type int is deprecated in /home/dutaco/public_html/wp-content/themes/jannah/framework/functions/post-functions.php on line 805

Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari menandatangani surat peresmian (Foto: ist)
MOJOKERTO, BIDIKNASIONAL.com – Kota Mojokerto resmi memiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setelah Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, melantik Ganesh Pressiatantra sebagai Kepala Pelaksana. Sebelum menduduki jabatan ini, Ganesh menjabat sebagai Sekretaris Satpol PP. Acara pelantikan diselenggarakan di Pendopo Sabha Kridatama Rumah Rakyat pada Rabu (10/9).
Dalam sambutannya, Ning Ita menegaskan bahwa pembentukan BPBD merupakan langkah penting untuk memperkuat sistem penanggulangan bencana di Mojokerto. Ia menyebut, “Hari ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan birokrasi di Kota Mojokerto. Salah satunya yaitu pembentukan BPBD Kota Mojokerto dalam upaya kita memperkuat sistem penanggulangan bencana di daerah.”
Ia menambahkan bahwa kehadiran BPBD menjadi wujud hadirnya negara di tengah masyarakat saat bencana terjadi. Menurutnya, “Kita menyadari bahwa bencana, baik yang bersifat alam maupun non-alam, bisa datang kapan saja dan di mana saja. Tugas utama BPBD adalah memastikan hadirnya negara di tengah masyarakat saat bencana terjadi, memberikan perlindungan, rasa aman, dan penanganan yang cepat, tepat, serta terpadu.”
Selain melantik Kepala Pelaksana BPBD, Ning Ita juga mengukuhkan sejumlah pejabat lain. Di antaranya tiga pejabat pimpinan tinggi pratama: Rubi Hartoyo sebagai Sekretaris DPRD, Agung Moeljono Soebagijo sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Riyanto sebagai Kepala Bapperida. Secara keseluruhan terdapat 53 pejabat yang dilantik, mulai dari pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, hingga fungsional.
Dalam kesempatan tersebut, Ning Ita menekankan bahwa pelantikan bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan momentum untuk meningkatkan kapasitas dan berinovasi, termasuk dalam menghadapi efisiensi anggaran. Ia berpesan, “Pelantikan ini menjadi sarana bagi kita semua untuk upgrade kapasitas diri dan terus menciptakan inovasi, salah satunya dalam menghadapi tantangan efisiensi anggaran.”
Ia juga mengingatkan pentingnya penerapan nilai dasar BerAKHLAK sebagai budaya kerja birokrasi agar setiap perangkat daerah dapat bekerja tanpa ego sektoral, melainkan dengan semangat kolaborasi. Ning Ita kemudian mengajak, “Mari bersama membangun sinergi, berkolaborasi, dan bekerja solid untuk pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya Kota Mojokerto yang maju, berdaya saing, sejahtera, dan berkelanjutan.”
Laporan: Husnan
Editor: Budi Santoso



