JATENGPEKALONGAN

Warga Watussalam Buaran Geruduk Balai Desa Terkait Dugaan Korupsi DD Tahun 2019-2025

Warga Watussalam Buaran saat Geruduk Balai Desa pertanyakan dugaan korupsi DD Tahun 2019-2025. (Foto: dikin)

PEKALONGAN, BIDIKNASIONAL.com –  Puluhan warga Desa Watussalam, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, mendatangi balai desa pada Jumat (7/11/2025) siang untuk menyampaikan aspirasi terkait dugaan kurangnya transparansi dalam pengelolaan program dan dana desa sejak tahun 2019.

Aksi tersebut difasilitasi langsung oleh pihak Kecamatan Buaran dan Polsek Buaran agar berjalan tertib. Dalam pertemuan itu, warga bertatap muka dengan Kepala Desa Watussalam, Heru Dwi Anto, untuk meminta penjelasan serta bukti dokumen resmi, mulai dari Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP) hingga Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) periode 2019–2024.

Sejumlah warga menilai, berbagai program desa seperti ketahanan pangan, peternakan, pengelolaan kafe, hingga pembangunan dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) dinilai tidak jelas pelaksanaannya. Mereka juga menyoroti minimnya sosialisasi dan keterlibatan masyarakat dalam setiap pengambilan keputusan.

“Warga hanya dengar ada program peternakan sapi, kambing, lele, sampai kafe desa. Tapi hasilnya tidak pernah terlihat. Tidak ada sosialisasi, tidak ada keterbukaan,” ujar Yusuf, salah satu warga.

Yusuf menambahkan, pembangunan dapur MBG di atas tanah bengkok desa dilakukan tanpa musyawarah, sehingga menimbulkan tanda tanya di kalangan warga.

Kepala Desa Watussalam Heru Dwi Anto didampingi Polsek Buaran menjelaskan ke warganya (Foto: Dikin)

Menanggapi hal itu, Kepala Desa Watussalam Heru Dwi Anto menjelaskan, pembangunan dapur MBG dilakukan dengan cepat karena adanya batas waktu dari pihak pengelola. Ia mengakui bahwa proses administrasi dan perjanjian sewa lahan baru akan dilengkapi setelah bangunan berdiri.

“Kami sudah sarankan agar pihak pengelola mengurus izin dan surat perjanjian sewanya. Sekarang kami sedang menyiapkan semua data agar bisa dijelaskan ke warga,” kata Heru.

Heru juga membantah adanya program peternakan sapi yang disebut warga tidak terealisasi. Menurutnya, program yang ada adalah ketahanan pangan berupa ternak ayam dan kambing, dan sudah dijalankan.

Sementara itu, Inspektorat Kabupaten Pekalongan dikabarkan tengah menelusuri dugaan penyimpangan dana desa Watussalam. Warga berharap hasil pemeriksaan dapat memperbaiki tata kelola pemerintahan desa agar lebih transparan ke depan.

Pertemuan lanjutan antara warga dan pihak desa dijadwalkan usai salat Jumat dengan agenda pembahasan dokumen RKP dan LPJ tahun 2019–2024. (dikin)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button