GRESIKJATIM

Awali Tahun Baru dengan Skrining Riwayat Kesehatanmu

GRESIK, BIDIKNASIONAL.com – Tahun telah berganti, saatnya peserta Program JKN melakukan skrining riwayat kesehatan sebagai salah satu upaya promotif pencegahan penyakit berisiko tinggi seperti diabetes, hipertensi, stroke, penyakit jantung, kanker, penyakit paru, hepatitis hingga talasemia. Skrining ini cukup dilakukan satu kali dalam satu tahun.

“Skrining riwayat kesehatan ini ikut mengambil peran penting dalam menjaga kesinambungan layanan masyarakat. Bukan hanya untuk peserta yang sakit, peserta yang sehat juga justru perlu melakukan skrining agar potensi penyakit dapat terdeteksi lebih dini. Jadi saat ini, peserta yang hendak mengakses layanan kesehatan di FKTP akan dilakukan pengecekan terhadap hasil skrining riwayat kesehatannya,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Gresik, Janoe Tegoeh Prasetijo, Kamis (29/01).

Janoe menyebut tujuan pengecekan ini untuk mempermudah FKTP baik puskesmas, klinik atau dokter praktik perorangan dalam melakukan pemetaan penyakit berdasarkan hasil skrining. Hasil srining riwayat kesehatan ini dikatakan Janoe terdiri dari risiko rendah, risiko sedang dan risiko tinggi.

“Jika hasilnya menunjukkan risiko rendah atau sedang, peserta disarankan menjaga pola hidup sehat dan dapat berkonsultasi dengan dokter di FKTP. Sedangkan untuk peserta dengan hasil skrining risiko tinggi untuk dapat melakukan pemeriksaan lanjutan. Dengan begitu, pencegahan bisa dilakukan lebih optimal dan risiko komplikasi dapat ditekan,” tegasnya.

Janoe mengatakan peserta sebaiknya dapat melakukan skrining riwayat kesehatan sebelum sakit. Banyak cara yang dapat dipilih peserta.

“Caranya mudah saja, peserta bisa mengakses Aplikasi Mobile JKN, website resmi BPJS Kesehatan, Pelayanan Administrasi Melalui WhatsApp (Pandawa) di nomor 08118165165, atau langsung melalui petugas di FKTP tempat peserta terdaftar. Peserta hanya perlu mengisi sejumlah pertanyaan terkait riwayat penyakit, keluarga, dan gaya hidup. Dari hal tersebut yang menentukan jenis risikonya,” jelas Janoe.

Manfaat skrining riwayat kesehatan ini dirasakan oleh salah satu peserta di Kabupaten Gresik, Mohammad Evan Jazuri (26). Ia menceritakan saat dirinya hendak mengakses layanan kesehatan di FKTP, diarahkan untuk melakukan skrining riwayat kesehatan terlebih dahulu.

“Saya pilih cara yang paling praktis, yakni skrining kesehatan melalui Aplikasi Mobile JKN. Setelah selesai, hasilnya saya risiko tinggi karena saya punya riwayat orang tua yang mengidap penyakit liver dan diabetes. Dengan hasil skrining ini, saya jadi terbantu untuk mengetahui risiko penyakit saya,” kata Evan.

Evan mengatakan bahwa dirinya mendapatkan edukasi dari dokter terkait risiko penyakit terhadap dirinya. Mengingat penyakit diabetes juga bisa karena faktor keturunan.

“Saya diminta untuk menjaga pola makan seperti mengurangi makanan dan minuman manis dan makan maksimal pukul 10 malam. Dokter juga meminta saya untuk menjaga kesehatan dengan rutin berolahraga. Intinya dengan skrining riwayat kesehatan ini kita bisa jadi lebih aware dengan kesehatan kita, saya juga akan mengajak saudara dan kerabat saya untuk juga melakukan skrining riwayat kesehatan sebelum sakit,” terangnya. (rn/qa/red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button