
Hidayat Manaf (Dok Foto: istimewa)
MADIUN, BIDIKNASIONAL.com – Di sudut ruang tunggu RSUD dr. Soedono, seorang pria paruh baya tampak duduk tenang sambil sesekali memperhatikan aktivitas di sekelilingnya. Wajahnya terlihat lebih rileks, setelah selesai melakukan pemeriksaan di salah satu poli rumah sakit. Bagi Hidayat Manaf, momen berada di rumah sakit bukan lagi sesuatu yang menegangkan, melainkan bagian dari perjalanan panjangnya bersama Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Perjalanan itu dimulai sejak tahun 2014, ketika ia memutuskan untuk mendaftar sebagai peserta segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri. Saat itu, Keputusan tersebut mungkin terasa sederhana, namun seiring berjalannya waktu, ia menyadari bahwa langkah kecil itu membawa dampak besar dalam hidupnya. Berbagai kondisi kesehatan pernah ia alami, bahkan hingga harus menjalani tindakan operasi, namun semuanya dapat dilaluinya dengan tenang bersama Program JKN.
“Sejak jadi peserta JKN, saya sudah beberapa kali berobat, baik di FKTP maupun FKRTL. Tidak pernah ada iur biaya yang harus saya keluarkan, semua ditanggung oleh BPJS Kesehatan melalui Program JKN. Itu yang membuat saya merasa tenang dan sangat terbantu,” ungkapnya.
Bagi Hidayat, kepastian bahwa layanan kesehatan dapat diakses tanpa harus memikirkan biaya menjadi hal yang sangat berarti, terutama di saat kondisi tubuh sedang tidak dalam keadaan prima. Tak hanya dari sisi pembiayaan, pengalaman pelayanan yang ia rasakan juga meninggalkan kesan positif. Ia menuturkan bahwa selama menjalani pengobatan, proses administrasi berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
“Mau berobat di mana saja, tidak ada kendala. Bisa cukup menunjukkan KTP sudah bisa terlayani dengan sangat baik. Yang harus kita pastikan adalah status kepesertaan JKN aktif, sehingga kapan dan di mana saja membutuhkan pelayanan, tentu akan dilayani sesuai dengan prosedur dan ketentuan,” tambahnya.
Menjadi peserta JKN bagi Hidayat merupakan keputusan yang tepat. Baginya, program tersebut bukan sekedar jaminan kesehatan, melainkan bentuk perlindungan yang memberikan rasa aman dalam menjalani kehidupan. Program JKN dapat memberikan dampak besar bagi kehidupan seseorang.
“Di balik kartu peserta yang sederhana, tersimpan rasa tenang yang menemani setiap langkah seseorang, bahkan di saat kondisi kesehatan sedang diuji. Ikut menjadi bagian dalam Program JKN itu tidak rugi, justru sangat membantu. Peserta yang sehat dapat membantu peserta yang sakit dari iuran yang dibayarkan, disitu makna gotong royongnya,” kata Hidayat.
Hidayat berharap masyarakat semakin menyadari pentingnya memiliki perlndungan kesehatan sejak dini. Ia mengajak masyarakat untuk segera mendaftarkan diri dan keluarga sebagai peserta JKN, serta memastikan status keesertaan selalui aktif dengan cara membayar iuran setiap bulan, karena risiko kesehatan bisa datang kapan saja tanpa bisa diprediksi.
“Dengan menjadi peserta aktif JKN, setiap orang tidak hanya melindungi dirinya sendiri, melainkan juga turut berkontribusi dalam semangat gotong royong membantu sesama. Ketenangan saat menghadapi risiko kesehatan adalah hal berharga yang bisa dipersiapkan mulai dari sekarang” tutup Hidayat. (rn/tk/red)



