
MADIUN, BIDIKNASIONAL.com – Pagi itu, seorang ibu tampak sibuk menyiapkan sarapan sambil sesekali memastikan anaknya siap berangkat sekolah. Di sela aktivitas yang tak pernah benar-benar berhenti, ia tetap tersenyum, seolah tak ada Lelah yang dirasakan. Namun, di balik peran besarnya sebagai penggerak keluarga, sering kali ada satu hal yang terlewat yaitu perhatian terhadap kesehatannya sendiri.
Momentum Hari Kartini yang diperingati setiap tanggal 21 April, menjadi pengingat bahwa Perempuan bukan hanya sosok yang kuat, tetapi juga perlu dilindungi. Perempuan, khususnya seorang ibu, memegang peran penting sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan keluarga. ketika seorang ibu sehat, maka keluarga pun memiliki fondasi yang lebih kuat untuk menjalani aktivitas sehari-hari.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Madiun, Wahyu Dyah Puspitasari, menyampaikan bahwa kepedulian terhadap kesehatan perempuan merupakan bagian penting mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera. Ia menegaskan, Perempuan perlu memberikan ruang bagi dirinya untuk menjaga kesehatan, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang-orang yang dicintainya.
“Perempuan sering kali menempatkan dirinya di urutan terakhir setelah keluarga. Padahal, menjaga kesehatan diri sendiri adalah bentuk cinta yang besar bagi keluarga. Melalui JKN, kami ingin memastikan perempuan mendapatkan akses layanan kesehatan yang optimal, mulai dari pencegahan hingga pengobatan,” ujar Ita. Rabu (22/4), di kantornya.
Melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan menghadirkan berbagai layanan yang dirancang untuk mendukung kesehatan perempuan di setiap fase kehidupan. Mulai dari layanan pemeriksaan kehamilan, persalinan, hingga upaya deteksi dini penyakit seperti kanker serviks melalui skrining IVA atau Pap Smear, serta pemeriksaan payudara untuk mendeteksi risiko kanker sejak dini.
“Selain layanan kesehatan langsung, BPJS Kesehatan juga mendorong perempuan untuk lebih proaktif dalam melakukan deteksi dini melalui skrining riwayat kesehatan, sebagai langkah awal untuk mengetahui potensi risiko penyakit kronis,” tambahnya.
Kemudahan akses layanan skrining kini semakin dekat dengan masyarakat. Peserta dapat melakukannya melalui aplikasi Mobile JKN, layanan WhatsApp PANDAWA di 08118165165, maupun langsung di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Dengan kemudahan tersebut, diharapkan semakin banyak perempuan yang peduli terhadap kondisi kesehatannya sejak dini.
Dalam kesempatan yang sama, tenaga kesehatan di RS Hermina Kota Madiun, dr. Ana Yunitasari menegaskan bahwa di balik kekuatan perempuan, ada kebutuhan untuk terus menjaga dan memastikan diri dalam kondisi sehat. Ana mengajak seluruh perempuan untuk lebih mencintai diri sendiri, menerapkan pola hidup sehat, rutin melakukan pemeriksaan, serta memanfaatkan layanan JKN yang telah tersedia.
“Hari Kartini menjadi pengingat perempuan yang sehat bukan hanya menjaga dirinya, tetapi juga menjaga masa depan keluarganya. Salah satu menjaga diri itu bisa dimulai dari langkah sederhana dengan skrining riwayat kesehatan melalui Aplikasi Mobile JKN atau layanan WhatsApp PANDAWA,” kata Ana. (rn/tk/red)



