Ketergantungan Media Sosial di Kalangan Mahasiswa
1152500105 – Keyra Praditha A.A
Bahasa Indonesia – C
BIDIKNASIONAL.com – Di era digital saat ini, media sosial telah menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari, khususnya dikalangan mahasiswa.
Platfrom seperti Instagram, TikTok, dan X bukan hanya digunakan sebagai sarana hiburan saja, tetapi juga digunakan sebagai media komunikasi dan informasi. Di fenomena ini menunjukan bahwa media sosial memiliki pengaruh yang besar dalam membentuk pola prilaku geneeasi muda.
Namun, dibalik manfaat manfaatnya, muncul masalah berupa ketergantungan yang berlebihan terhadap media sosial. Banyak mahasiswa yang menghabiskan waktunya berjam-jam hanya untuk scrolling media sosial tanpa tujuan yang jelas, sehingga dapat mengganggu produktivitas dan fokus belajar dari dirinya.
Hal ini sejalan dengan teori penggunaan media yang menyatakn bahwa intensitas penggunaan yang tinggi dapat mempengaruhi prilaku dan kebiasaan individu. Dari sudut pandang penulis, penggunaan media sosial seharusnya bisa dikontrol agar tidak ada timbulnya dampak negative. Mahasiswa juga perlu memiliki kesadaran diri dalam membagi waktu antaara aktivitas akademik dan penggunaan media digital.
Dengan begitu, media sosial tetap dapat memberikan manfaat tanpa mengganggu tanggung jawab utama sebagai pelajar. Dalam praktiknya, ketergantungan media sosial sering kali menyebabkan penurunan kualitas belajar. Banyak mahasiswa yang masih sulit untuk berkonsentrasi karena sudah terbiasa membuka notifikasi secaraa terus menerus.
Selain itu, muncul juga kebiasaan menunda pekerjaan karena lebih memilih scroll media sosial. Jika dibiarkan terus menerus, hal ini dapat berdampak pada prestasi pendidikan akademik dan Kesehatan mental, seperti munculnya rasa cemas atau kelelahan digital.
Di sisi lain, media sosial sebenarnya memiliki potensi positif juka dimanfaatkan dengan benar dan baik. Mahasiswa dapat menggunakannya untuk mencari informasi dan berdiskusi.
Oleh karena itu, penting untuk mengubah cara pandang terhadap media sosial, dari sekedar hiburan menjadi alat yang mendukung pengembangan diri.
Sebagai kesimpulan, media sosial memiliki dua sisi yang saling bertolak belakang, yaitu ada yang sebagai sarana yang bermanfaat sekaligus menjadi potensi menimbulkan ketergantungan. Mahasiswa perlu bijak dalam menggunakannya agar tidak mengganggu aktivitas akademik.
Dengan pengelolaan waktu yang bijak, media sosial dapat menjadi alat yang mendukung produktivitas, bukan justru menghambatnya. Tulisan ini disusun sebagai bentuk pemenuhan tugas ETS mata kuliah terkait yang diampu oleh Bapak Dheny Jatmiko, S.Hum, MA, di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.
Selain itu, tulisan ini diharapkan dapat menjadi refleksi bagi mahasiswa untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Dengan pengelolaan waktu dan kesadaran diri yang baik, media sosial dapat dimanfaatkan secara positif tanpa mengganggu aktivitas akademik maupun kesehatan mental individu.



