
SIDOARJO, BIDIKNASIONAL.com – Prinsip gotong royong pada Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi hal yang harus diketahui oleh seluruh peserta JKN agar meningkatkan kesadaran akan pentingnya program ini. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo, Munaqib mengatakan bahwa gotong royong ini harus menjadi pondasi kita dalam menyukseskan Program JKN ini.
“Kita ilustrasikan prinsip gotong royong ini pada pasien yang harus melakukan operasi caesar, yang mana harus dioperasi dengan biaya kurang lebih Rp8 juta. Peserta yang operasi akan terasa ringan bila 190 peserta kelas tiga yang sehat dan rutin membayar iuran setiap bulannya,” ujarnya saat kegiatan sosialisasi bersama Persatuan Dharma Wanita Persatuan (DPW) Inspektorat Jawa Timur di Sidoarjo pada jumat (08/05).
Ia juga menjelaskan bahwa peserta Pekerja Penerima Upah Penyelenggara Negara (PPU PN) yang memiliki anak diatas usia 21 tahun dan masih berkuliah, status kepesertaannya masih bisa diaktifkan kembali dengan menyertakan surat keterangan masih kuliah dari kampus.
“Untuk bapak ibu yang memiliki anak yang sudah berusia diatas 21 tahun dan masih berkuliah, status kepesertaannya bisa diaktfikan kembali dengan batas maksimal 25 tahun. Yang terpenting, bapak ibu harus melaporkan ke BPJS Kesehatan setiap tahun nya dengan melampikan surat keterangan masih kuliah serta sudah masuk dalam tunjangan bapak ibu semua. Sedangkan untuk anaknya yang sudah berusia lebih dari 25 tahun, maka bisa dialikan menjadi peserta mandiri,” jelasnya.
Munaqib menambahkan bahwa, peserta dapat mengaksesnya melalui Pelayanan Administrasi Melalui Whastapp (Pandawa) di nomor 08118165165. Selain melalui pandawa, peserta juga bisa mengubungi bagian terkait di unit kerjana yang mengurusi kepesertaan BPJS Kesehatan.
“Kami selalu menghimbau kepada para peserta Pekerja Penerima Upah yang memiliki anak diatas 21 tahun dan masih berkuliah untuk dapat melaporkan kepada kami agar status kepesertannya tetap aktif. Sehingga, ketika nantinya harus membutuhkan pelayanan kesehatan, maka akan dijamin oleh BPJS Kesehatan selama masuk dalam indikasi medis,” tambah Munaqib.
Diwaktu yang sama, Ketua DPW Inspektorat Jawa Timur, Iis Hendro Gunawan yang turut serta hadir pada kegiatan tersebut mengatakan bahwa, pihaknya sangat terbantu dengan adanya sosialisasi Program JKN ini karena informasinya langsung disampaikan oleh BPJS Kesehatan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang sudah memberikan banyak informasi terkait Program JKN ini. Kebetulan saya sendiri sudah mengalami sendiri terkait dengan kepengurusan JKN ini. Dimana anak saya sudah lebih dari 25 tahun dan harus dialihkan menjadi peserta mandiri. Prosesnya sangat cepat dan tidak lama,” ucapnya.
Dengan banyaknya inovasi dan kanal layanan yang disediakan oleh BPJS Kesehatan, Iis mengapresiasi dan mengajak kepada semua pihak agar dapat memanfaatkan kanal layanan sesuai dengan kebutuhannya masing-masing.
“Ayo semuanya yang ingin mengurus kepesertaan JKN nya, bisa mengaksesnya melalui kanal-kanal layanan yang tersedia. Selain mudah, kita bisa mengaksesnya dimana saja dan kapan saja,” tutupnya. (red)



