
TEBO, BIDIKNASIONAL.com – Bupati Tebo, Agus Rubiyanto, S.E., M.M., memimpin Focus Group Discussion (FGD) verifikasi dan validasi lapangan calon lokasi Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) Tahun 2026 bersama Wakil Bupati Tebo, Tim Verval SNT Kemendikdasmen, Kantah BPN dan OPD terkait yang dilaksanakan pada Rabu, 13 Mei 2026 di Ruang Vidcon Lantai II Rumah Dinas Bupati Tebo.
FGD ini membahas kesiapan dan kelayakan lokasi yang diusulkan untuk pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi, termasuk berbagai aspek pendukung lainnya guna memastikan program dapat berjalan sesuai perencanaan.
Dalam arahannya, Bupati Tebo menjelaskan terdapat dua pola yang disiapkan dalam pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi. Yakni pembangunan baru maupun pola konsolidasi dengan sekolah yang sudah ada.
Menurut Bupati, standar kelayakan lokasi pembangunan SNT idealnya membutuhkan lahan minimal 20 hingga 25 hektare. Saat ini, lahan yang telah bersertifikat baru mencapai sekitar 14,8 hektare, sementara sekitar 8 hektare lainnya masih dalam proses pengecekan status oleh pihak BPN Kabupaten Tebo.
Bupati Tebo menambahkan, apabila luas lahan kosong tidak mencukupi standar minimal 20 hektare, maka akan diterapkan pola konsolidasi dengan memanfaatkan sekolah-sekolah yang sudah ada di sekitar lokasi, mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA. Dengan opsi konsolidasi tersebut, kebutuhan lahan diperkirakan cukup ada sekitar 22 hektare.
Meski demikian, Bupati memastikan rencana pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Kabupaten Tebo tetap akan dilanjutkan.
Pemerintah Kabupaten Tebo berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kualitas sarana pendidikan sebagai bagian dari upaya menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. (Sucy)



