
Kapal ferry DLN Batu Layar yang terhenti kegiatan pemuatan karena ada truk rusak di dalam kapal tersebut. (Foto : AK)
SURABAYA, BIDIKNASIONAL.com – Terjadi keterlambatan berangkat sekitar selama 4,5 jam dari jadwal pertama menunjuk debarkasi pada pukul 13.00 WIB akibat terjadinya musibah truk sedang (TS) sarat muatan mengalami patah as sewaktu naik di Upper deck/deck atas kapal Roll On Roll Off (Roro) DLN Batu Layar tujuan Lembar, Lombok Barat, sehingga mengganggu kelancaran pemuatan kendaraan lainnya di terminal Jamrud Utara Tanjung Perak, Surabaya pada Minggu sore (7/6/2026).
Terlambatnya keberangkatan dan pemuatan kendaraan itu menuai rasa kecewa dari beberapa crew truk besar (TB) bermuatan yang belum juga naik ke kapal DLN Batu Layar hingga pukul 16.10 WIB, padahal seharusnya sudah berangkat pukul 13.00 WIB berdasarkan jadwal pertama diumumkan SPMT Pelabuhan Tg.Perak. Kapal itu terlihat melakukan pemuatan kendaraan pada Minggu sekitar pukul 09.00 WIB.
Akibat musibah truk di dalam kapal ferry DLN Batu Layar itu terlihat jadwal keberangkatan kedua diumumkan SPMT Pelabuhan Tg.Perak jatuh pada pukul 16.30, namun kapal DLN tersebut baru berangkat sekitar pukul 18 WIB lebih.
Dikarenakan terjadinya patah as pada truk sedang sarat muatan itu, kru kapal Batu Layar kemudian memposisikan truk di deck bawah yang akan diisi semua TB, baik yang naik ke lantai 2 maupun lantai 1 tertutup akses jalannya lantaran truk itu tengah dievakuasi muatannya ke truk pengganti.
“Truk kami belum naik-naik nih, katanya ada kejadian di dalam deck kapal. Kami tidak tahu apa yang terjadi, tapi tidak tau sampai jam berapa selesainya”, ujar beberapa crew truk asal Lombok yang duduk di pinggir dermaga itu bersamaan.
Sedangkan beberapa TB yang hendak naik ke rampdoor kapal DLN (Damai Lautan Nusantara) Batu Layar tetap standby dan terus menghidupkan mesin truknya berjam-jam sambil menunggu isyarat dari petugas lapangan DLN.
Media ini menanyakan kepada petugas lapangan kapal DLN berseragam hitam terkait peristiwa yang mengakibatkan terjadinya keterlambatan berangkat kapal ferry tersebut mengatakan, di dalam kapal masih ada truk yang rusak, truk yang lainnya belum bisa naik”, katanya singkat.
Sementara itu secara terpisah, Petugas KPLP Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tg.Perak, Mujamil ketika ditanyai melalui pesan Whatsapp tadi malam mengatakan, bahwa info yang diterimanya akibat air laut pasang dan rampdoornya tinggi. “Resikonya truk-truk muatan gak kuat naik, bisa-bisa guling”, ujar KPLP Mujamil yang sempat lewat di sandaran kapal ferry tersebut.
Kejadian ini dikonfirmasi kepada General Manajer PT.DLN Surabaya, Ketut menjelaskan, pihak DLN sudah menyampaikan kepada ekspedisi bahwa hari ini (Minggu, Red) ada keterlambatan gara-gara ada truk sedang yang gak kuat naik di upper deck/deck atas karena muatannya kayaknya berat.
Yang terjadi akhirnya, papar Ketut, muatan truk tersebut miring jadi harus dipindah dulu ke truk pengganti. “Itulah penyebabnya”, tandas Ketut melalui pesan Whatsapp tadi malam.
Ia menampik dikatakan beberapa sopir merasa kecewa dan menjelaskan, untuk para sopir sudah tahu, bahkan rekan-rekan sopir gotong royong membantu evakuasinya memindahkan muatannya.
“Kalau sopir-sopir lintasan Surabaya – Lombok sudah sangat paham koq, karena mereka relasi kami yang setiap hari naik kapal DLN”, kata Ketut.
Dan untuk kemunduran jadwal, jelas Ketut, sudah kita infokan ke semua pengguna jasa kami yang naik kapal DLN Batu Layar hari ini. (AK)



