JATIMJEMBER

Merasa Lebih Tenang dengan JKN Aktif, Peserta Asal Jember Ajak Masyarakat Disiplin Bayar Iuran

Mulyono (60) peserta JKN warga Gambiran, Kalisat, Kab Jember (Foto: ist)

JEMBER, BIDIKNASIONAL.com – Mulyono (60), peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) asal Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, menyadari pentingnya menjaga kepesertaan JKN tetap aktif setelah keluarganya pernah mengalami kendala akibat tunggakan iuran. Sejak itu, ia selalu membayar iuran tepat waktu agar kepesertaan tetap aktif dan hak atas pelayanan kesehatan tetap terjamin.

“Saya merasa lebih tenang karena kepesertaan JKN saya selalu aktif. Kalau sewaktu-waktu membutuhkan pelayanan kesehatan, saya tidak perlu khawatir. Itulah sebabnya saya selalu membayar iuran tepat waktu agar kepesertaan tetap aktif dan hak atas pelayanan kesehatan tetap terjamin,” ungkap Mulyono, Senin (29/06).

Mulyono mengaku bangga dapat menjadi bagian dari Program JKN yang mengedepankan prinsip gotong royong melalui saling membantu antar peserta. Menurutnya, dengan rutin membayar iuran tepat waktu, ia turut mendukung keberlangsungan pembiayaan layanan kesehatan bagi seluruh peserta. Selama menjadi peserta JKN, ia juga mengaku selalu memperoleh pelayanan yang baik, baik di Puskesmas maupun di rumah sakit, sehingga merasa lebih tenang saat membutuhkan pengobatan.

“Saya merasakan sendiri manfaat JKN. Saat berobat, mulai dari pemeriksaan sampai mendapatkan obat, saya tidak mengeluarkan biaya sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu saya sangat bersyukur menjadi peserta JKN. Kita tidak pernah tahu kapan akan sakit, sehingga memiliki jaminan kesehatan membuat saya merasa lebih tenang,” imbuh Mulyono.

Menurut Mulyono, membayar iuran JKN setiap bulan bukanlah beban, melainkan bentuk kepedulian terhadap sesama melalui prinsip gotong royong. Ia berharap seluruh peserta disiplin memenuhi kewajiban membayar iuran tepat waktu agar manfaat Program JKN dapat terus dirasakan bersama. Ia juga mengajak masyarakat yang belum menjadi peserta untuk segera mendaftarkan diri sebagai bentuk persiapan menghadapi risiko kesehatan yang tidak dapat diprediksi.

“Kalau kita menunggak iuran, lalu tiba-tiba sakit dan harus menjalani rawat inap, tentu kita sendiri yang akan kesulitan. Pengalaman itu membuat saya semakin disiplin membayar iuran tepat waktu. Saya dan keluarga sudah merasakan sendiri manfaat JKN, sehingga saya mengajak masyarakat yang belum menjadi peserta untuk segera mendaftar. Kita tidak pernah tahu kapan akan membutuhkan pelayanan kesehatan, dan saya tidak bisa membayangkan bagaimana harus menanggung biaya pengobatan tanpa JKN,” ungkap Mulyono.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jember, Yessy Novita, menegaskan bahwa kepatuhan peserta membayar iuran JKN tepat waktu, paling lambat sebelum tanggal 10 setiap bulan, merupakan salah satu kunci menjaga keberlangsungan Program JKN. Menurutnya, iuran yang dibayarkan peserta menjadi sumber pembiayaan utama untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap dapat diberikan kepada seluruh peserta sesuai ketentuan.

“Kami mengajak peserta JKN, terutama peserta mandiri, untuk disiplin membayar iuran sebelum tanggal 10 setiap bulan. Salah satu cara yang bisa dimanfaatkan adalah mengaktifkan autodebit melalui Aplikasi Mobile JKN agar pembayaran berlangsung otomatis setiap bulan. Kepatuhan membayar iuran sangat penting karena dana yang terkumpul digunakan untuk membiayai pelayanan kesehatan peserta lain sesuai prinsip gotong royong,” tutup Yessy. (*/red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button