JATIMSIDOARJO

Bengkel Las Pemuda Sidoarjo, Berdayakan Warga Desa Lewat Usaha UMKM

Usaha Bengkel Las Ego Styawan. (Foto: ist)

SIDOARJO, BIDIKNASIONAL.com – Di saat banyak anak muda desa memilih merantau demi mengejar gemerlap kota, Ego Setyawan (36), pemuda asal Desa Penambangan, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, justru memilih membangun masa depan di kampung halaman. Melalui sebuah bengkel las sederhana di Desa Mergosari, Kecamatan Tarik, ia membuktikan bahwa desa juga mampu melahirkan usaha yang berkembang.

Keputusan itu bukan sekadar membangun bisnis. Ego ingin menghadirkan lapangan pekerjaan bagi warga sekitar yang selama ini kesulitan mendapatkan penghasilan tetap.

Ia melihat potensi besar yang dimiliki masyarakat desa, terutama tenaga kerja lokal yang memiliki kemauan belajar namun minim kesempatan. Dari keyakinan itulah ia merintis usaha pembuatan berbagai perlengkapan rumah tangga berbahan kawat besi.

Produk yang dihasilkan meliputi tempat alat makan, rak dapur, tempat perlengkapan mandi, hingga jemuran besi yang kini mulai diminati konsumen dari luar daerah. Seiring meningkatnya permintaan, usahanya pun terus berkembang.

“Awalnya hanya usaha rumahan, namun saat ini alhamdulillah orderan semakin banyak,” ujar Ego.

Menurutnya, usaha yang dibangun tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Saat pesanan sedang tinggi, bengkelnya mampu menyerap hingga 50 tenaga kerja.

“Jika orderan sedang ramai bisa sampai 50 orang yang bekerja. Namun jika sedang sepi, biasanya sekitar 10 hingga 15 orang saja,” katanya.

Ego menjelaskan, sebagian besar pekerjanya merupakan warga desa sekitar yang sebelumnya menganggur atau hanya mengandalkan pekerjaan serabutan. Mereka kemudian dibimbing secara langsung untuk mempelajari keterampilan mengelas dan membentuk kawat besi.

“Alhamdulillah, dengan warga sekitar yang bekerja di sini, tercipta ikatan kekeluargaan yang erat di dalam bengkel. Semoga juga bisa membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga mereka,” jelasnya.

Di tengah perkembangan usahanya, Ego juga memilih membangun fondasi bisnis yang kuat dengan mengurus legalitas melalui pendirian PT Perorangan. Langkah tersebut diambil agar usahanya memiliki kepastian hukum sekaligus lebih dipercaya dalam menjalin kerja sama dengan berbagai pihak.

“Sebagai pelaku usaha, kami ingin tenang dalam berproses. Legalitas melalui PT Perorangan menjadi bentuk komitmen bahwa usaha kecil pun harus taat hukum, profesional, dan memiliki peluang untuk terus naik kelas,” ungkapnya.

Meski usahanya kini mulai berkembang dan produknya telah menembus pasar yang lebih luas, Ego mengakui masih menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari pengelolaan keuangan, pemasaran digital, hingga inovasi desain produk agar mampu bersaing di era modern.

Karena itu, ia berharap adanya pendampingan dari pemerintah, khususnya dinas yang membidangi perindustrian, koperasi, dan UMKM. “Kami berharap ada pendampingan agar usaha ini terus berkembang sesuai aturan yang berlaku dan mampu menjadi UMKM yang lebih maju di masa mendatang,” pungkasnya.

Laporan : Teddy Syah

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button