BANYUWANGIJATIM

Satpolairud Polresta Banyuwangi Gerak Cepat Padamkan Kebakaran Kapal KMP Bontang

BANYUWANGI, BIDIKNASIONAL.com – Kapal Motor Penumpang (KMP) Bontang mengalami kebakaran saat berada di Perairan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.

Peristiwa tersebut terjadi pada titik koordinat 8° 8′ 23.58″ S, 114° 24′ 3.07″ E. Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa.

Berdasarkan laporan Satpolairud Polresta Banyuwangi, kapal KMP Bontang saat kejadian sedang lego jangkar. Nahkoda kapal, Denny Alexsander, yang berada di atas kapal kemudian melihat kobaran api membesar dari bagian ruang menyusui di lantai 2 kapal.

Melihat kondisi tersebut, Denny segera memberitahukan kepada para anak buah kapal (ABK) untuk melakukan upaya pemadaman. Para ABK kemudian menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) serta menyiram bagian yang terbakar menggunakan air.

Tidak hanya itu, ABK dari kapal yang berada di sekitar lokasi juga turut memberikan bantuan dengan menggunakan selang air. Berkat respons cepat tersebut, api akhirnya berhasil dipadamkan.

Akibat kejadian itu, pihak perusahaan kapal mengalami kerugian materiel. Namun, hingga laporan dibuat, jumlah kerugian masih belum dapat dipastikan.

Dalam peristiwa kebakaran tersebut, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka.

Sementara itu, dua orang yang dimintai keterangan sebagai saksi yakni Denny Alexsander (50), nahkoda KMP Bontang, serta Slamet Hariyanto (26), ABK kapal.

Petugas Satpolairud Polresta Banyuwangi yang mendatangi lokasi kejadian di antaranya Aiptu Erman Wahyudi, Bripka Taufiq, dan Bripda Lutfan.

Petugas kemudian melakukan sejumlah tindakan kepolisian, mulai dari menerima laporan, mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), membuat laporan kejadian, mendata saksi serta korban, hingga melaporkan peristiwa tersebut kepada pimpinan untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut.

Kasat Polairud Polresta Banyuwangi Kompol Muchammad Wahyudi, A.Md., S.H.,” menghmbau seluruh nahkoda dan ABK kapal agar selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas pelayaran.

“Kami mengimbau kepada seluruh nahkoda dan ABK untuk selalu memastikan kondisi kapal, terutama peralatan keselamatan dan pemadam kebakaran, dalam keadaan baik serta siap digunakan. Setiap potensi gangguan harus segera diantisipasi agar tidak berkembang menjadi kejadian yang lebih besar,” ujarnya.

Menurutnya, pemeriksaan terhadap peralatan keselamatan, instalasi listrik, mesin, serta alat pemadam kebakaran harus dilakukan secara berkala. Kesiapsiagaan awak kapal juga menjadi bagian penting dalam mencegah korban apabila sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat.

“Respons cepat para ABK dalam melakukan pemadaman sangat penting. Namun, yang paling utama adalah bagaimana melakukan pencegahan melalui pemeriksaan dan perawatan kapal secara rutin,” tambahnya.

Sementara itu, Aiptu Erman Wahyudi, S.H., mengingatkan para awak kapal agar tidak mengabaikan prosedur keselamatan selama berada di laut.

“Kami mengingatkan kepada nahkoda dan seluruh ABK agar selalu waspada terhadap potensi kebakaran maupun keadaan darurat lainnya. Pastikan APAR, selang pemadam, life jacket dan perlengkapan keselamatan lainnya tersedia serta dapat digunakan sewaktu-waktu,” kata Aiptu Erman.

Ia juga meminta setiap awak kapal memahami jalur evakuasi serta mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat.

“Jangan panik ketika menghadapi kondisi darurat. Segera lakukan tindakan sesuai prosedur, prioritaskan keselamatan jiwa dan segera berkoordinasi dengan petugas terkait,” imbuhnya.

Satpolairud Polresta Banyuwangi selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan pihak perusahaan kapal terkait kerugian materiel yang ditimbulkan akibat kebakaran tersebut.

Koordinasi juga dilakukan dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan penanganan kejadian berjalan sesuai prosedur.

Kasat Polairud Polresta Banyuwangi menegaskan bahwa keselamatan pelayaran harus menjadi perhatian bersama.

“Kami mengajak seluruh pengguna jasa dan operator kapal di wilayah perairan Banyuwangi untuk bersama-sama membangun budaya keselamatan. Jangan menunggu terjadi musibah baru melakukan pemeriksaan. Pencegahan jauh lebih penting,” tegas Kompol Muchammad Wahyudi.

Dengan adanya respons cepat dari awak kapal dan bantuan dari kapal di sekitar lokasi, kebakaran KMP Bontang berhasil ditangani sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Situasi di sekitar Perairan Ketapang selanjutnya dapat kembali terkendali. (Dj/Gd)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button