
Kirani Widya Prameswari (17), Siswi kelas 11 SMA Negeri 2 Sidoarjo memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN (Foto: istimewa)
SIDOARJO, BIDIKNASIONAL.com – Bagi Kirani Widya Prameswari (17), teknologi bukan sekadar digunakan untuk belajar dan berkomunikasi. Siswi kelas 11 SMA Negeri 2 Sidoarjo ini juga memanfaatkan teknologi untuk mengelola kebutuhan kesehatan melalui Aplikasi Mobile JKN.
Kirani pertama kali mengenal Mobile JKN dari orang tuanya yang rutin menggunakan aplikasi tersebut untuk keperluan berobat keluarga. Rasa penasaran membuatnya mencoba berbagai fitur yang tersedia hingga akhirnya memahami manfaat aplikasi tersebut bagi dirinya.
“Awalnya saya lihat mama sering buka aplikasi ini kalau mau periksa ke dokter. Terus saya jadi penasaran dan coba install juga di HP saya. Ternyata gampang banget dipakainya, apalagi tampilannya jelas jadi nggak bingung,” ujar Kirani, Senin (24/08).
Salah satu pengalaman yang dirasakan Kirani terjadi ketika ia harus memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan karena mengalami demam tinggi menjelang ujian sekolah. Melalui fitur antrean online Mobile JKN, ia tidak perlu datang terlalu pagi dan menunggu lama di ruang tunggu.
“Waktu itu saya lagi nggak enak badan pas mau ujian, jadi nggak mau buang-buang waktu buat nunggu lama di puskesmas. Untungnya bisa ambil antrean dari rumah lewat aplikasi, jadi saya cuma perlu datang pas mendekati giliran saja. Setelah itu bisa langsung istirahat lagi di rumah,” jelasnya.
Selain antrean online, Kirani juga memanfaatkan fitur Info Peserta untuk mengecek status kepesertaan JKN miliknya maupun keluarga. Menurutnya, fitur tersebut membantu memastikan kepesertaan tetap aktif sebelum membutuhkan layanan kesehatan.
“Saya jadi bisa cek sendiri status kepesertaan saya aktif atau enggak, tanpa harus nanya-nanya ke orang tua terus. Jadi kalau sewaktu-waktu butuh berobat, saya sudah tahu duluan datanya masih valid atau tidak,” katanya.
Bagi Kirani, Mobile JKN juga memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya mengetahui informasi jaminan kesehatan sejak usia muda. Ia berharap semakin banyak pelajar yang mengenal dan memanfaatkan layanan digital tersebut.
“Menurut saya, penting juga buat anak muda kayak kita buat paham soal JKN dan cara pakai aplikasinya. Soalnya kesehatan itu kan bisa kejadian kapan saja, jadi enaknya kalau semua orang, termasuk pelajar, sudah tahu cara memanfaatkan Mobile JKN dari sekarang,” pungkas Kirani.
Pengalaman menggunakan Mobile JKN juga membuat Kirani dapat membantu teman sekelasnya yang mengalami kendala saat hendak berobat. Saat temannya lupa membawa kartu JKN fisik, Kirani mengarahkan untuk menggunakan kartu digital yang tersedia dalam aplikasi.
“Waktu itu ada teman saya yang mau periksa ke klinik tapi kartunya ketinggalan di rumah. Saya kasih tahu kalau di Mobile JKN ada kartu digital yang bisa langsung ditunjukkan ke petugas, jadi nggak perlu bolak-balik pulang dulu buat ambil kartu. Dia jadi kaget karena baru tahu ternyata semudah itu,” cerita Kirani.
Ke depannya, Kirani berharap layanan Mobile JKN terus dikembangkan agar semakin mudah digunakan oleh masyarakat, termasuk kalangan pelajar. Menurutnya, kebiasaan memahami layanan kesehatan sejak dini dapat membantu generasi muda menjadi lebih mandiri.
“Semoga makin banyak pelajar yang melek soal JKN dan aplikasinya. Kalau dari sekarang sudah terbiasa, nanti pas sudah dewasa juga nggak akan bingung lagi kalau butuh layanan kesehatan,” tutup Kirani. (*/red)



