JATIMNGAWI

Sinergi LSM dan Media Kedunggalar Bersatu, Jaga Independensi Hadapi Gempuran Gurita Bisnis dan Kekuasaan

Beberapa perwakilan Media dan LSM di Joglo Kencono Wungu (Foto: Yoseph)

NGAWI, BIDIKNASIONAL.com – Selasa 25 Agustus 2026, di tengah derasnya arus informasi yang dinilai kian berpihak pada kepentingan pemegang modal, penguasa dan pemangku pemerintahan, gelombang pergerakan Independen justru lahir dari sudut Kecamatan Kedunggalar.

Bertempat di rumah Joglo Joglo Kencono Wungu Selasa (25-8-2026) sejumlah perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat dan Awak Media lintas organisasi menggelar pertemuan strategis untuk menyatukan langkah dan mengubur ego sektoral demi membela masyarakat kecil.

Pertemuan tersebut menyoroti pentingnya solidaritas dan pembersihan internal dari ambisi serta kepentingan pribadi yang selama ini kerap memecah belah gerakan kontrol sosial di tingkat tapak.

Satu Muara Kontrol Sosial, Beda Regulasi Bukan Penghalang

Perwakilan dari LSM Jatim Anti Korupsi, Warsono dalam paparan kuncinya menegaskan bahwa secara esensi tidak ada alasan mendasar bagi media dan LSM untuk berjalan sendiri-sendiri.

Menurutnya kedua belah pihak berangkat dari garis batas dan tujuan perjuangan yang sama,yaitu melaksanakan fungsi monitoring serta kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan dan aktifitas pembangunan.

“Kita hanya dibedakan oleh regulasi formal yang mengatur tata laksana kerja.Awak Media bergerak dengan koridor UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang pers, sedangkan rekan-rekan LSM berpijak pada UU Nomor 17 Tahun’ 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan.Namun muara keduanya sama.Perbedaan Undang-Undang ini justru harus menjadi instrumen yang saling melengkapi bukan Memisahkan,” ujar Warsono dalam forum tersebut.

Menguliti Hambatan dan Membuang Ego Sektoral

Pertemuan di Joglo Kencono Wungu berlangsung secara dinamis dan jujur.Forum secara terbuka mengupas berbagai faktor yang selama ini dinding pembatas antara pers dan LSM.

Beberapa point krusial yang dibedah antara lain adanya oknum yang memanfaatkan isu demi posisi tawar (bergaining) pribadi, hingga persoalan teknis alur komunikasi data investigasi agar tidak merusak delik hukum di lapangan.

Melalui diskusi yang mendalam, forum menyepakati perlunya meredam pembagian label negatif dan menyatukan persepsi.

Langkah nyata difokuskan pada pengawasan bersama sektor bisnis yang berdampak langsung pada warga Kedunggalar, seperti pemenuhan hak buruh lokal, perlindungan AMDAL (lingkungan hidup), serta transparansi penyaluran dana Corporate Sosial Responsibility (CSR).

Dedikasi dan independensi: Harga Mati dihadapan Penguasa

Sikap optimistis juga disuarakan oleh Budi perwakilan dari Analisa Jatim.Ia mengingatkan seluruh peserta yang hadir bahwa Taji dari Media dan LSM hanya akan diakui dan diperhitungkan oleh para pemangku kekuasaan jika kedua elemen ini merawat independensi secara murni.

Dedikasi kepada masyarakat harus dijaga dan independensi adalah harga mati.Jika kita bisa disuap atau bergerak karena pesanan kepentingan tertentu, maka para pejabat dan pengusaha akan dengan mudah meremehkan kita.

Keberadaan kita layak diperhitungkan hanya jika kita bersih, obyektif dan konsisten menyuarakan fakta lapangan,” tegas Budi disambut apresiasi peserta forum.

Sebagai tindak lanjut nyata dari pertemuan di Joglo Kencono Wungu ini, rekan-rekan Media dan LSM Kedunggalar berkomitmen menyusun kesepakatan bersama terkait pola komunikasi satu pintu dalam berbagai data investigasi.Sinergi ini diharapkan menjadi benteng kokoh dalam menyuarakan hak-hak warga. (Yoseph)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button