JATIMMALANG

Pembangunan Proyek Strategis Nasional Exit Tol Malang-Kepanjen Masih Menunggu Kajian Pusat

Khairul Isnaidi Kusuma Selaku Kepala DPUBM Kabupaten Malang. (Foto : Nino Wiwantara)

KAB. MALANG, BIDIKNASIONAL.com – Program Pemerintah Kabupaten Malang soal rencana pembangunan Tol Malang-Kepanjen belum final. Pemerintah masih menggodok desain paling efisien sebelum menentukan jalur yang akan menjadi bagian dari proyek strategis nasional tersebut. 

Review Feasibility Study (FS), dan desain dasar ditargetkan rampung Desember tahun ini untuk menentukan trase, jumlah simpang susun, hingga kebutuhan investasi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, mengatakan bahwa perubahan jalur masih terbuka, termasuk kemungkinan bergeser ke timur.

“Kemungkinan secara prinsipnya pasti akan berubah, entah itu bergeser ke timur, bergeser ke mana lagi titiknya itu belum jelas,” ujarnya. Rabu, (9/9).

Khairul juga menjelaskan, bahwa pemerintah tidak hanya mengejar kelayakan, tetapi juga efisiensi anggaran. Jumlah simpang susun yang semula direncanakan 4 titik bisa dikurangi menjadi 2 atau 1 titik.

“Efisiensi juga dilakukan dengan memperpendek trase, mengurangi tikungan, serta menekan kebutuhan struktur seperti jembatan. Estimasi investasi sebelumnya mencapai Rp 10,04 triliun, namun angka tersebut belum final. Anggaran Rp 10,04 itu bisa jadi turun, bisa jadi tetap. Maka dari itu, kita lihat harga sekarang, mulai dari 2022 sampai sekarang ada naik juga,” jelasnya.

Hal ini terus berlanjut, meskipun efisiensi menjadi perhatian, konektivitas pemerintah tetap terjaga. Tol Malang-Kepanjen diharapkan memperkuat akses menuju kawasan Pantai Selatan, termasuk jalur Gondanglegi-Balekambang.

“Adanya rencana pembangunan exit tol di Pakisaji, Gondanglegi, hingga Kromengan juga belum final dan menunggu kajian pusat. Apabila hasil kajian dinilai layak atau tidak, pembentukan konsorsium melalui skema KPBU akan menjadi tahapan berikutnya, dan transmisi lahan yang diproyeksikan mulai tahun depan. Intinya langsung mungkin di 2027 bisa dilaksanakan untuk mulai perluasan lahan,” tutupnya. (NN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button