Pemkab Madiun Gelar TAGANA Masuk Sekolah, Sasar SMPN 2 Geger

MADIUN, BIDIKNASIONAL.com – Program Taruna Siaga Bencana (TAGANA) masuk sekolah kembali digelar Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Sosial Kabupaten Madiun. Kali ini giliran SMPN 2 Geger, Kabupaten Madiun yang menjadi lokasi kegiatan, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Mempersiapkan Diri Menghadapi Bencana Sejak Dini,” memberi edukasi, sosialisasi, mitigasi kebencanaan dan simulasi siaga bencana ini dihadiri Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kadis Sosial, BPBD, beberapa Kepala OPD terkait, Camat, Kepala Sekolah SMPN 2 Geger, beserta seluruh guru dan ratusan siswa.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi memberikan pembekalan yang komprehensif kepada para siswa, tidak hanya terkait kebencanaan, tetapi juga isu-isu sosial dan kesehatan remaja yang sangat relevan di usia SMP.
Wabup menjelaskan, bahwa pemahaman tetang kebencanaan tidak hanya terbatas pada bencana alam seperti gempa bumi, banjir maupun tanah longsor, tetapi mencakup bencana non-alam dan bencana sosial. Madiun memiliki potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga gempa bumi.
“Kita tidak bisa menolak bencana, tapi kita bisa mengurangi risikonya. Dengan edukasi TAGANA ini, saya ingin anak-anak SMPN 2 Geger menjadi generasi yang tanggap, tangguh, dan tidak panik saat bencana,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia secara khusus menyoroti bencana sosial yang kini marak terjadi di lingkungan sekolah, yakni perundungan (bullying) dan intoleransi.
“Bencana sosial seperti bullying, perundungan, dan sikap intoleransi terhadap perbedaan itu dampaknya sama berbahayanya dengan bencana alam. Bisa merusak mental, merusak masa depan anak. Saya ingin, SMPN 2 Geger harus menjadi sekolah zero bullying dan zero intoleransi. Saling menghargai, menghormati perbedaan suku,agama, dan latar belakang,” tegas wabup.

Ia menambahkan, memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi remaja dan masa transisi pubertas sangat penting. Menurutnya, siswa SMP berada pada fase peralihan yang membutuhkan pendampingan yang tepat.
“Anak-anakku, kalian sedang berada di masa pubertas, masa transisi dari anak menuju remaja. Akan ada banyak perubahan fisik dan psikis. Ini hal yang yang normal, jangan malu bertanya pada guru dan orang tua. Jaga kebersihan diri, jaga pergaulan, dan hindari pergaulan bebas. Isi masa remaja dengan prestasi, bukan dengan hal-hal yang merugikan diri sendiri,” pesan Wabup Purnomo Hadi.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madiun menyampaikan bahwa TAGANA Masuk Sekolah merupakan program berkelanjutan, untuk menciptakan Sekolah Siaga Bencana di seluruh wilayah Kabupaten Madiun.
Acara ditutup dengan simulasi siaga bencana gempa bumi yang di ikuti seluruh siswa, dan ucapan terima kasih dari Kepala Sekolah SMPN 2 Geger.
Kepala Sekolah, mengapresiasi dan berterima kasih kepada Pemkab Madiun, khususnya pada Wakil Bupati dan Dinsos yang telah memilih SMPN 2 Geger sebagai lokasi edukasi.
“Terima kasih kepada Bapak Wakil Bupati, Dinsos dan TAGANA, materi ini sangat luar biasa, lengkap sekali. Tidak hanya soal bencana, tapi juga pembekalan karakter anti-bullying dan pendidikan kesehatan remaja yang sangat dibutuhkan anak-anak kami. Ini sangat bermanfaat”, ungkap Kepala Sekolah. (ADV/Bas)

