
Skuat Tim Futsal TJFC merayakan keberhasilan meraih juara ketiga pada ajang Liga Junior Kelompok Usia Komunitas di Lapangan Gendaris, Simo Rukun, Kota Surabaya, Minggu (25/10/2026). Didampingi oleh Coach Muhammad Rizal Fathoni (kiri), para pemain tampak antusias memamerkan trofi dan medali yang mereka raih sebagai buah dari kerja keras, pembinaan berjenjang, serta penanaman karakter disiplin selama latihan (dok.foto: red)
SURABAYA, BIDIKNASIONAL.com – kompetisi Liga Junior Kelompok Usia Komunitas di Lapangan Gendaris, Simo Rukun, Surabaya, menjadi panggung baru bagi talenta muda sepak bola usia dini.
Diinisiasi oleh Coach Topa selaku ketua panitia pada Minggu (25/10/2026), turnamen ini hadir sebagai jawaban atas kerinduan anak-anak akan atmosfer pertandingan, menyusul berakhirnya beberapa agenda kompetisi resmi seperti AFI dan BFL yang kini tinggal menyisakan babak final four.
Bagi para pemain muda, kompetisi ini bukan sekadar ajang unjuk kebolehan, melainkan sebuah jembatan penting untuk menjaga momentum perkembangan mereka.
Salah satu tim yang ikut memanaskan persaingan adalah Tim Futsal TJFC di bawah asuhan Coach Muhammad Rizal Fathoni.

Pria yang akrab disapa Coach Rizal ini melihat turnamen sebagai ruang strategis untuk menerapkan pembinaan yang berjenjang. Fokusnya sangat jelas, mengawal transisi para pemain dari kelompok usia (KU) 10 tahun yang kini beranjak ke KU-12, KU-14, hingga persiapan matang menuju KU-15.
Antusiasme anak-anak di lapangan Simo Rukun ini menjadi bukti nyata bahwa gairah sepak bola usia dini di Surabaya dan Sidoarjo tidak pernah padam.
Anak-anak terus berburu laga dari satu komunitas ke komunitas lain demi jam terbang. Semangat membara ini disambut komitmen penuh oleh Coach Rizal.
Ia bertekad melipatgandakan effort demi menunjang karier sepak bola anak-anak asuhannya ke jenjang yang lebih tinggi, bermodalkan jaringan rekanan tim yang solid untuk mendukung pembinaan prestasi jangka panjang.
Namun, prestasi di atas lapangan hijau bukanlah satu-satunya gol utama. Di balik taktik dan operan bola, Coach Rizal menaruh perhatian besar pada pembentukan karakter.
Baginya, attitude atau sikap adalah fondasi utama seorang atlet. Setiap sesi latihan harian selalu diisi dengan penanaman nilai-nilai moral.
Tujuannya agar di masa depan, anak-anak tidak hanya mahir mengolah si kulit bundar, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang disiplin dan bertanggung jawab atas diri mereka sendiri.
Visi pembentukan karakter ini sejalan dengan misi Coach Topa selaku ketua panitia. Ia menegaskan bahwa turnamen KU-14 ini dirancang khusus untuk membuka jalur prestasi bagi anak-anak usia dini.

Kompetisi yang diikuti oleh tim-tim tangguh seperti TJFC, SNFC, Mandala, Golden 88, dan Bintang Muda ini berlangsung kompetitif namun tetap menjunjung tinggi sportivitas.
Dalam ketatnya persaingan tersebut, Tim Futsal TJFC berhasil mengamankan podium juara ketiga.
Keberhasilan ini diraih berkat kerja keras 14 pemain yang dibawa, yaitu Valen, Ardian, Hafiz, Nasran, Dafa, Faril, Galent, Farhan, Aufar, Fadly, Farid, serta ketangguhan dua penjaga gawang mereka, Asrori Junior Rahmansyah dan Rafi Ahnaf Ramadani.
Lewat kompetisi komunitas seperti ini, asa dan mimpi besar anak-anak Surabaya untuk menjadi pesepak bola profesional masa depan terus dirawat dan bertumbuh subur. (Red)



