
JEMBER, BIDIKNASIONAL.com – Kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam memperoleh akses pelayanan kesehatan. Hal tersebut dirasakan langsung oleh dr. Ignatius Yuli Sugiarto (50), dokter umum di Puskesmas Semboro, Kabupaten Jember. Setiap hari, ia menyaksikan bagaimana Program JKN membantu masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus terbebani kekhawatiran terhadap biaya pengobatan.
Dalam menjalankan tugasnya sebagai dokter, dr. Sugiarto tidak hanya memberikan pelayanan medis kepada pasien, tetapi juga menyaksikan secara langsung manfaat jaminan kesehatan yang dirasakan masyarakat. Menurutnya, banyak pasien yang merasa terbantu dengan kehadiran BPJS Kesehatan karena dapat mengakses pelayanan kesehatan ketika membutuhkan tanpa harus mengkhawatirkan besarnya biaya pengobatan.
Ia menilai Program JKN menjadi bentuk perlindungan penting bagi masyarakat. Terlebih, biaya pengobatan yang tidak sedikit kerap menjadi salah satu kekhawatiran ketika seseorang mengalami gangguan kesehatan.
“Setiap hari saya melayani peserta JKN di Puskesmas Semboro. Banyak masyarakat yang menyampaikan rasa syukur karena dengan adanya BPJS Kesehatan, mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus khawatir dengan biaya pengobatan yang cukup besar. Sebagai dokter, saya merasa senang melihat program ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya, Jum’at (30/10)
Baginya, kemudahan masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan merupakan hal yang sangat penting. Jaminan kesehatan memberikan rasa aman bagi peserta ketika membutuhkan pemeriksaan maupun penanganan medis. Dengan begitu, masyarakat dapat lebih fokus menjalani proses pengobatan dan pemulihan.
“Kami di Puskesmas Semboro berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta JKN. Bagi kami, melihat masyarakat terbantu dan mendapatkan layanan kesehatan yang mereka butuhkan merupakan kepuasan tersendiri sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan,” tambahnya.
Lebih dari sekadar memberikan jaminan pembiayaan kesehatan, dr. Ignatius juga melihat Program JKN memiliki nilai sosial yang patut dijaga, yaitu semangat gotong royong. Menurutnya, prinsip tersebut menjadi kekuatan utama dalam penyelenggaraan JKN karena mengajarkan masyarakat untuk saling membantu, terutama ketika menghadapi risiko sakit.
Ia menjelaskan bahwa melalui sistem gotong royong, iuran yang dibayarkan peserta secara rutin menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjamin pembiayaan pelayanan kesehatan. Dengan demikian, peserta yang sehat turut membantu peserta yang sedang sakit, begitu pula masyarakat yang mampu ikut berkontribusi dalam mendukung perlindungan kesehatan bagi sesama.
“Menurut saya, Program JKN mengajarkan nilai gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Saat ini kita sehat dan rutin membayar iuran, berarti kita ikut membantu saudara-saudara kita yang sedang sakit dan membutuhkan pelayanan kesehatan. Suatu saat ketika kita membutuhkan, sistem ini juga akan memberikan manfaat bagi kita,” imbuh dr. Sugiarto.
dr. Ignatius berharap masyarakat semakin menyadari pentingnya Program JKN dan turut menjaga keberlangsungannya dengan memastikan kepesertaan tetap aktif serta memenuhi kewajiban pembayaran iuran sesuai ketentuan. Ia juga berharap fasilitas kesehatan terus meningkatkan kualitas pelayanan agar manfaat program tersebut dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh peserta.
“JKN ini merupakan program yang sangat baik karena mengedepankan kepedulian dan kebersamaan. Mari kita jaga bersama, karena melalui semangat gotong royong, kita bisa saling membantu agar semua masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” pungkasnya. (*/red)



