JATIMLAMONGAN

Dituduh Bersikap Arogan, Staf Kecamatan Sukodadi Lamongan: Itu Tidak Benar

Moh Ali Murtadlo Camat bersama Dilla staf Pelayanan dan didampingiYoyok Kristanto. Sekretaris Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan diruang kerjanya (Foto: Bang Ipul/Tian)

LAMONGAN, BIDIKNASIONAL.com – Salah satu staf pegawai Kecamatan Sukodadi Kabupaten Lamongan dikabarkan bersikap arogan saat memberikan pelayanan kepada masyarakat, atas tuduhan itu tidak benar adanya.

Pasalnya, Komponen Standar Pelayanan yang terkait dengan proses penyampaian pelayanan (service delivery) kepada masyarakat sudah sesuai dengan Standar atau SOP Pelayanan. Hal ini disampaikan oleh Dilla staf pegawai Kecamatan Sukodadi Kabupaten Lamongan.

Pegawai Kecamatan Sukodadi yang akrab disapa Dilla ini saat sejumlah awak media bertandang ke kantor Camat Kecamatan Sukodadi, “Ia menyampaikan apa yang dilakukan tersebut sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Kabar yang telah beredar itu tidak benar karena kemarin sudah kita lakukan sesuai SOP, dimana berkas yang bersangkutan belum lengkap jadi kami tidak bisa memproses,” ujar Dilla.

Diungkapkan sebagai pelayan masyarakat, dirinya berpedoman pada SOP yang sudah ditentukan. Oleh karena itu, pihaknya berharap masyarakat mau mengurus sesuatu ke kantor Kecamatan hendaknya melengkapi persyaratan yang ada.

“Kalau misal datanya itu sudah lengkap dan tidak diproses berarti itu kesalahan ada di kami,” ungkap Dilla diruang kerja Camat Sukodadi, pada Kamis (7/9/2023).

Dilla kembali menjelaskan, bersangkutan (pemohon pelayanan) datang ke kantor kecamatan hari jumat untuk mengurus tambah jiwa namun setelah di cek terdapat berkas persyaratan yang belum lengkap. Selanjutnya kata Dilla, Ia menuliskan berkas kekurangannya apa aja untuk segera dilengkapi.

Kemudian kembali lagi ke kantor saat hari Jumat itu juga, saya cek lagi tidak ada surat kelahiran dari rumah sakit dan saya tanyakan, beliaunya menjawab, “Gak onok mbak (tidak ada mbak). Karena untuk Surat Kelahiran Rumah Sakit/bidan itu mutlak harus ada, beliaunya tidak bisa menunjukan, kemudian kami arahkan ke desa untuk melengkapi berkas lainnya,” terangnya.

Dilla melanjutkan, pada hari Selasa sekitar pukul 10.30 WIB yang bersangkutan datang ke kecamatan lagi, ternyata berkas yang dituliskan itu masih tidak ada, yakni berkas form F.1.01 satu lembar yang khusus untuk tambah jiwa (kelahiran).

“Beliaunya menyampaikan di desa tidak ada, di desa Menongo Kecamatan Sukodadi tidak ada. Kemudian saya beri form kosong untuk minta tandatangan ke desa. Mendapat saran seperti yang disampaikan Dilla, yang bersangkutan malah menuduh dipersulit oleh pihak pegawai kecamatan Sukodadi.

“Kok aku diruwet-ruwet sih mbak (kok saya dipersulit ya mbak). “Waktuku enggak nek kene tok mbak (waktuku ndk disini saja mbak). Wong nang kecamatan kok di ewoh-ewoh (ke kecamatan kok dipersulit). Kami jawab, maaf pak, saya ndk meruwet-meruwet jenengan (anda) pak,” kata Dilla menirukan perkataan pemohon pada saat kejadian.

“Monggo (silahkan), barangkali jenengan (anda) waktunya tidak tidak banyak bisa minta tolong ke perangkat desa bisa, maksud saya agar bisa mempermudah. Malah di situ sempat beliaunya bilang, “Njaluk piro sampeyan” (mintak berapa anda). Saya bilangi, imbuh dia, saya di sini bukan biro jasa. Saya di sini pelayan masyarakat.

Merasa disudutkan, Dilla kemudian menyarankan kalau merasa dipersulit di Kecamatan yang bersangkutan (pemohon) bisa mengurus langsung ke kantor MPP barangkali nanti di MPP bisa tidak pakai surat kelahiran. Tetapi beliaunya, dengan nada tinggi sempat ngomong jika dirinya adalah seorang wartawan.

“Harapan kami, sebenarnya sih alangkah baiknya kalau memang ada yang tidak enak atau ada yang salah di kami, kami siap memperbaiki diri. Artinya, harusnya ada kroscek di kami terlebih dahulu kebennarannya,” pinta Dilla.

Camat Sukodadi Ali Murtadho diruangan yang sama mengatakan, “Fungsi pelayanan publik menjadi salah satu fokus perhatian dalam peningkatan kinerja aparatur pemerintah untuk lebih mendekatkan fasilitas pelayanan publik pada masyarakat, sehingga mudah dijangkau oleh masyarakat.

Untuk dapat menyelenggarakan pemerintahan yang baik dituntut aparatur pemerintah yang profesional, hal ini merupakan prasyarat dalam meningkatkan mutu penyelenggaraan dan kualitas pelayanan yang akan diberikan kepada masyarakat.

Sementara, berkaitan dengan hal yang terjadi kali ini seharusnya pemohon tidak bersikap emosi. Namun, mungkin bisa diambil hikmahnya, dan menjadi koreksi kesemuanya kedepan yang lebih baik.

“Terkait dengan kabar masyarakat terkait itu, memang kita maklumi masyarakat yang ada di sini itu lahir dari berbagai macam latar belakang dan watak. kemungkinan karena pekerjaan karena tuntutan keluarga.

“Sehingga dia maunya itu segera mungkin untuk kita layani, namun kalau kita melayani dengan kelengkapan yang tidak sesuai itupun kita salah atau menjadi problem,” tegas Camat Ali Murtadho yang didampingi Sekretaris Kecamatan Sukodadi Yoyok Kristanto.

“Tetapi, beber Camat, yang jelas sebagaimana yang disampaikan oleh Pak Yes sapaan akrab Bupati Lamongan, yang paling utama sebagai maskot Kecamatan ini memang terletak pada pelayanan.

“Untuk itu, paling banyak komunikasi dengan masyarakat secara langsung di bagian pelayanan, apapun yang terjadi sebagai sop yang ada itu kita melaksanakan kegiatan sebagaimana diaturkan.

Nah, hanya saja pesan beliau (Bupati Lamongan Yubronur Efendi,red) itu tegak lurus artinya tegak lurus itu kita melaksanakan kegiatan ini sebagaimana mestinya lurus tidak pandang itu siapapun yang hadir ke kami.

Meski demikian, catatan sebagaimana tadi persyaratan ini dilengkapi, kalau persyaratannya enggak lengkap mana bisa nanti kita bisa untuk memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat.

Terkait kejadian ini, disampaikan Camat Sukodadi, mungkin sebagai atensi untuk disampaikan pada saat konferensi kepada kepala desa untuk disampaikan ke masyarakat dan dijadikan evaluasi internal Kecamatan.

Camat Ali Murtadlo Siap mengatensi, walaupun belum terjadi. “Jadi, menurut dia, selama ini memang sudah kita lakukan, termasuk ketika lewat forum PKK ini sebelumnya kemarin juga sudah saya tugaskan mbak Dilla untuk mendampingi bu Camat dalam memberikan sosialisasi secara langsung kepada perangkat dan Bu Kades.

Hal ini, harapan dan sekaligus permintaan dari pihak Kecamatan agar secepatnya hasil dari sosialisai tersebut diteruskan kepada masyarakat untuk bisa dipahami serta dilaksanakan,” pintanya.

Laporan: Bang Ipul/Tian

Editor: Budi Santoso

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button