JATIMJOMBANG

Workshop dan Pelatihan Penggunaan Aplikasi SIPETA Kerja Sama Tim Riset ITS, UB Dan Dinas Pertanian Jombang

● Ir. M. Roni Kadisperta Jombang: Sektor Pertanian Memiliki Peran Penting

Ir. Mochamad Roni Kepala Dinas Pertanian Jombang (dok.foto: tok BN.com)

JOMBANG, BIDIKNASIONAL.com – Bagaimana untuk memenuhi kebutuhan operasional sektor pertanian kabupaten Jombang, langkah selanjutnya Tim riset Departemen Sistem Informasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengadakan pelatihan penggunaan aplikasi Sistem Informasi Pemetaan Lahan (SIPETA). Pada pelatihan itu sekaligus diperkenalkan fitur baru hasil evaluasi dari kondisi pertanian setempat.

Perlu diketahui, bahwa SIPETA adalah aplikasi berbasis teknologi informasi pemetaan potensi lahan pertanian untuk mendukung sistem operasional dan strategis industri tani dalam mendukung peningkatkan efektifitas, efisiensi budidaya dan pengembangan sistem pertanian. Selanjutnya pada Inovasi tersebut merupakan buah kerjasama tim riset ITS dengan Universitas Brawijaya (UB), Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Pojok Kulon.

Sementara itu Ketua tim riset Prof Erma Suryani ST MT PhD mengatakan, kegiatan yang bertempat di Green Red Hotel Jombang, Jumat lalu tepatnya (11/11) , telah dilaksanakan sebagai lanjutan dari Forum Group Discussion (FGD) yang diadakan pada bulan Oktober lalu. Selain itu pada forum tersebut peserta yang terdiri dari Dinas Pertanian, Gapoktan, Asosiasi Komoditas Pertanian (Askom), Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan stakeholder terkait diperkenalkan fungsi dan tampilan aplikasi SIPETA.

Pada saat peserta melakukan diskusi serta dilakukan evaluasi terhadap fitur-fitur di dalamnya. “Luaran dari FGD ini lah yang dijadikan patokan untuk pembaharuan fitur aplikasi dengan kebutuhan mitra,” ujarnya.

Saat itu juga Ketua Tim Riset melanjutkan, pada seluruh peserta yang hadir harus memahami terlebih dahulu fitur yang ada, sehingga SIPETA dapat dimaksimalkan penggunanya. Sebelumnya terdapat sembilan fitur yang diperkenalkan kepada peserta yang terdiri dari informasi harga, pengguna, budidaya, infrastruktur, operasional, strategis, pendukung keputusan, prediksi, dan peringatan dini.

Bahkan setelah dilakukan FGD, ada empat fitur tambahan yang diperbarui pada SIPETA yaitu bencana pertanian, pengelolaan lahan, forum, geografis. Sehingga, saat ini total terdapat 13 fitur yang dapat digunakan.

Sedangkan Ketua tim riset Prof Erma Suryani ST MT PhD saat itu juga membuka workshop dan pelatihan penggunaan aplikasi SIPETA

Tim Riset ITS bersama jajaran Dinas Pertanian Jombang ,Gapoktan pada acara pelatihan penggunaan aplikasi SIPETA

Pada acara tersebut dibuka dengan sambutan Kepala Departemen Sistem Informasi ITS Dr Mujahidin ST MT. Menurutnya hasil kolaborasi ITS dengan pemerintah serta kelompok tani Kabupaten Jombang ini telah menghasilkan teknologi canggih yang dapat membantu petani agar dapat meningkatkan kinerja operasional tani.

Pada tahapan penggunaan SIPETA dijelaskan oleh Yoga dan Putri, dua mahasiswa yang tergabung dalam riset tersebut. Mereka menjelaskan mengenai 13 fitur yang disediakan oleh aplikasi ini. Diantaranya terdapat informasi harga, pengguna, budidaya, bencana pertanian, pengelolaan lahan, infrastruktur, forum, geografis, operasional, strategis, pendukung keputusan, prediksi, dan peringatan dini.

Setelah itu salah salah satu mahasiswa ITS memaparkan tahapan penggunaan aplikasi Sistem Informasi Pemetaan Potensi Lahan (SIPETA)

Penggunaan dari berbagai fitur unggulan SIPETA ini, untuk penggunanya dapat mengetahui tata cara pemetaan potensi lahan pertanian terkhusus bagi warga Kabupaten Jombang. Selain mampu memfasilitasi sistem operasional dan strategis tani, SIPETA juga memberikan informasi peringatan dini terkait perkiraan cuaca dan daerah perhatian serangan hama. Hal ini menunjukkan pengembangan sistem pertanian dalam berlangsung secara efektif dan efisien.

Disaat yang sama,pada kesempatan yang sama, para peserta yang hadir dalam acara workshop tersebut diarahkan untuk mencoba secara langsung aplikasi SIPETA. Tahap pelatihan penggunaan ini didampingi oleh kesembilan mahasiswa tim pengembang yang berasal dari Departemen Sistem Informasi ITS. Seluruh fitur SIPETA dapat diakses melalui SIPETA (sipeta-kedaireka.com).

Diantara salah satu peserta workshop dan pelatihan penggunaan SIPETA saat mencoba secara langsung mengoperasikan aplikasi melalui smartphone.

Sehingga Tim riset ITS terus menerima seluruh masukan terkait pengembangan SIPETA, sehingga dalam pelaksanaanya dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat tani. Erma mengatakan bahwa ke depannya akan dilakukan pemantapan fitur kepada para peserta, jika telah siap kemungkinan besar aplikasi akan segera diluncurkan secara resmi.

Sehingga Aplikasi tersebut sudah bisa dikembangkan hingga mencapai 90 persen sesuai dengan target yang telah ditentukan. “Beberapa kendala yang dihadapi selama pengembangan aplikasi ini masih kami diskusikan dengan pihak Dinas Pertanian ”, pungkas salah satu Guru besar Departemen Sistem Informasi ITS ini.

Pemberian tanggapan aplikasi SIPETA oleh perwakilan Disperta Kabupaten Jombang, Ahmad Yani Masyhudi Salah satu perwakilan Disperta Kabupaten Jombang.

Ahmad Yani Masyhudi berharap dengan keefisienan yang disuguhkan SIPETA dapat meningkatkan kinerja operasional tani serta menjadi sarana dalam pengambilan keputusan manajerial pemerintah. “Aplikasi ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi serta membantu proses perencanaan program dinas di tahun-tahun berikutnya”, tambah Ahmad.

Sementara itu menurut Ir. Mochamad Roni, Kepala Dinas Pertanian (Kadisperta) Jombang,” Sektor pertanian memiliki peranan penting dalam membangun perekonomian rakyat, terutama masyarakat pedesaan. Pembangunan pertanian sektor pertanian bukan cuma untuk mencapai target swasembada pangan. Tapi juga harus memberikan nilai positif bagi kesejahteraan petani.” Ujarnya.

Laporan: Tok

Editor: Budi Santoso

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button