
Kepala BPOM Mataram Kepala Balai Besar BPOM NTB, Yosef Dwi Irwan Prakasa, SSi (dok.foto: Aini BN.com)
MATARAM, BIDIKNASIONAL.com – Di tengah semarak rangkaian perayaan HUT 23 Badan POM RI, BBPOM di Mataram tidak lupa untuk tetap berbagi, memupuk rasa peduli terhadap sesama dengan melakukan sosialisasi obat dan makanan aman, Minggu 04/01/24.
Kepala BPOM Mataram Kepala Balai Besar BPOM NTB, Yosef Dwi Irwan Prakasa, SSi mengatakan, obat dan makanan yang strategis memengaruhi kesehatan, ekonomi dan ketahanan nasional membutuhkan kolaborasi bersama.
“Kolaborasi dibutuhkan untuk efektifitas pengawasan karena keamanan pangan dan obat untuk masyarakat harus didukung mulai dari pemerintah, swasta sampai dengan pengusaha dan pedagang pasar”, sebutnya.
Oleh karena itu sebutnya, sosialisasi dalam rangka HUT BPOM ke 23 bertema kolaborasi hingga pelosok negeri dengan 76 UPTD tak dapat bekerja sendiri.
Namun demikian, peningkatan kapasitas dan kualitas BPOM terus ditingkatkan dengan berbagai prestasi dan kinerja.
Yosef mengatakan bahwa dalam 23 tahun perjalanan BPOM tentu banyak yang dihadapi. Baik itu pengalaman baik dan indah, maupun pengalaman-pengalaman yang sulit, yang mana kita harus mengeluarkan seluruh daya dan upaya untuk menghadapi pandemi COVID-19.
“Pengalaman itu membuat kita harus lebih erat dalam memperkuat barisan melaksanakan berbagai upaya terobosan dan inovasi.” tandasnya.
Yosef juga memaparkan bahwa Pada tahun 2030 – 2045 nanti BPOM akan mendapatkan bonus demografi, suatu kondisi di mana SDM dengan umur produktif lebih dari 60%, hal yang sangat jarang terjadi dalam peradaban suatu bangsa.
Namun jika Obat dan Makanan yang dikonsumsi tidak aman, tidak bermutu tentu akan mengahasilkan SDM yang lemah dan tidak memiliki daya saing. Tentu bonus demografi bukan menjadi suatu berkah tapi justru menjadi bencana dan beban bagi bangsa.
“Jika kita memanfaatkan dengan baik Bonus demografi ini juga sebagai momentum Indonesia lolos dari middle-income trap, menjadi negara berpendapatan tinggi, serta mencapai visi Indonesia Emas 2045.” tutupnya.
Laporan: Aini
Editor: Budi Santoso



