
Warih Andono, Ketua SOKSI Jatim, serta wakil DPRD Sidoarjo (Foto: Ist)
SIDOARJO, BIDIKNASIONAL.com – Ketua Depidar Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Jawa Timur, Warih Andono, membantah telah menerbitkan surat somasi terhadap Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur demisioner, Sarmuji.
Surat somasi tersebut sebelumnya dilayangkan oleh dua pengurus SOKSI Jatim melalui kuasa hukum, namun dinilai tidak sah secara organisasi.
Surat itu dikirimkan oleh Wakil Ketua SOKSI Jatim, Heru Susanto, dan Sekretaris, M. Ruslan, melalui kantor hukum Imam dan Rekan. Namun Warih menegaskan, langkah tersebut tidak mewakili organisasi karena tidak melalui prosedur internal dan tidak menggunakan atribut resmi SOKSI seperti kop surat dan stempel organisasi.
“Namanya organisasi ya harus ada kop surat, harus ada stempel. Mereka itu tidak mengatasnamakan organisasi, tapi pribadi,” kata Warih, Jumat, (23/5/2025).
Warih yang saat ini tengah menjalankan ibadah haji mengaku tidak pernah memberikan kuasa maupun menyetujui adanya somasi tersebut.
BACA JUGA : 4 MANTAN KADIS SIDOARJO DISEBUT TURUT BERTANGGUNG JAWAN PERKARA KORUPSI RUSUNAWA TAMBAKSAWAH

Ia juga menegaskan tidak pernah menandatangani surat apapun yang berkaitan dengan somasi terhadap Sarmuji. Menurutnya, setiap keputusan dan langkah organisasi SOKSI Jatim selalu didasarkan pada hasil rapat internal.
“Tidak bisa individu mengambil langkah sendiri, apalagi sampai mengeluarkan somasi atas nama organisasi,” ujarnya.
Sebagai Wakil Ketua DPRD Sidoarjo, Warih juga menyayangkan tindakan dua pengurus tersebut yang dianggap mengambil keputusan sepihak. Ia menilai tindakan itu mencoreng nama baik organisasi, terlebih dilakukan saat ia sedang menunaikan ibadah di Tanah Suci.
“Saya selaku Ketua Depidar SOKSI Jawa Timur menyatakan surat itu tidak benar adanya. Mereka tidak mewakili organisasi,” tegasnya.
Warih meminta agar surat somasi yang sudah beredar segera dicabut dan tidak dijadikan dasar dalam menyudutkan pihak manapun. Ia menekankan bahwa keputusan tersebut tidak lahir dari SOKSI Jatim secara kelembagaan.
“Saya sangat kecewa. Jangan seenaknya sendiri membuat surat dan membawa-bawa nama organisasi. Itu bukan etika dalam berorganisasi,” tutupnya.
Laporan : Teddy Syah Roni



