
Papan Proyek Bantuan Keuangan Khusus (BKK) di Dusun Perak, Desa Perak, Kecamatan Perak (Foto: ist)
JOMBANG, BIDIKNASIONAL.com – Proyek desa yang tidak sesuai spesifikasi, seperti yang di soroti Bidik Nasional (BN) di Dusun Perak,Desa Perak edisi lalu terkait pengerjaan rabat beton diduga kuat dapat merugikan negara karena beberapa alasan. Kerugian ini meliputi pemborosan anggaran, kualitas proyek yang buruk dan potensi praktik korupsi yang terjadi di Desa Perak, Kabupaten Jombang tersebut.
Jika dianalisa dari keterangan sumber BN, pekerjaan proyek rabat beton di Dusun Perak,Desa Perak ditemukan adanya dugaan mark-up atau peningkatan harga yang tidak wajar. Sehingga anggaran proyek menjadi membengkak. Seperti kita lihat pada pembangunan jalan rabat beton yang bersumber dari anggaran Bantuan Keuangan Kusus (BKK) 2025 terkesan dikerjakan asal asalan yang penting jadi,tetapi hasil kualitas nya buruk.
Pasalnya, proyek yang bersumber dari anggaran BKK tahun 2025 senilai Rp.300.000.000,- dengan volume 360 m X 3m s/d 4 M2 yang berlokasi di Dusun Perak RW 03 tidak sesuai speksifikasi, cenderung menghasilkan bangunan atau infrastruktur yang tidak berkualitas. Hal ini dapat berdampak pada umur bangunan yang pendek,sering kali membutuhkan perbaikan lagi atau bahkan pembangunan ulang , yang pada akhirnya menimbulkan biaya tambahan bagi negara.
Dan ini muncul karena jalan yang baru selesai dikerjakan sudah memperlihatkan kerusakan, seperti retak, aus dan berdebu. Hasil investigasi awak media Bidik Nasional (BN) di lapangan Selasa (20/5) pekerjaan tersebut kwalitas nya buruk.

Bangunan jalan rabat beton Dusun Perak diduga kualitasnya buruk tidak sesuai spek (Foto: ist)
Di samping banyak keretakan pada bangunan tersebut, sehingga menyebabkan pengelupasan karena pasta semen tidak dapat menempel dengan baik. Pengelupasan selimut beton (honeycomb) dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk melekatnya material asing atau abrasi oleh benda padat.
Juga pada pengelupasan permukaan beton yang disebabkan oleh pengeringan atau pengerasan yang terlalu cepat, diduga bahwa hasil yang tidak maksimal tersebut akibat lemahnya dari pengawasan dalam proyek tersebut.
Selain itu juga tampak dalam Papan Nama Proyek, bahwa pihak Pelaksana adalah Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa tentunya persiapan pra pelaksanaan harus maksimal .
Sarana transportasi jalan bagi masyarakat sangat dibutuhkan kenyamanan untuk beraktivitas, namun jika dibangun kemudian hasilnya tidak maksimal tentunya berakibat buruk, bahkan tidak jaman untuk dinikmati.Akibatnya dana yang dimanfaatkan terbuang sia-sia , masyarakat mesti nya sangat dirugikan.
Salah satu masyarakat yang enggan namanya di sebut saat di konfirmasi awak media menuturkan pembangunan jalan rabat beton ini baru beberapa bulan dikerjakan dan sudah mengelupas dibeberapa titi. Sementara hingga sampai saat ini Kepala Desa Perak belum berhasil di temui BN.
Camat Perak ketika di temui Wartawan BN , mengatakan,” Kepala Desa Perak kalau mengerjakan proyek di desanya hasilnya baik ,dan orangnya bertanggung jawab,” ujar nya.
Menurut warga setempat,” Masak anggaran sebesar itu ,hasilnya kayak gitu, apa ini yang di namakan korupsi , padahal itu proyek baru dikerjakan sudah banyak yang mengelupas dan retak.
Laporan: Tok
Editor: Budi Santoso



